ASDP Siapkan 15 Lintasan Utama untuk Antisipasi Arus Libur Natal dan Tahun Baru

- Selasa, 16 Desember 2025 | 09:06 WIB
ASDP Siapkan 15 Lintasan Utama untuk Antisipasi Arus Libur Natal dan Tahun Baru

Menyongsong libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tak main-main. Perusahaan pelayaran ini fokus mengerahkan sumber dayanya di 15 lintasan penyeberangan yang dinilai paling strategis. Tujuannya jelas: menjaga mobilitas masyarakat tetap lancar, aman, dan nyaman.

Menurut Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, langkah ini penting untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan yang selalu terjadi setiap akhir tahun.

"Kami tahu intensitas perjalanan akan naik signifikan. Makanya, pengelolaan operasional di 15 urat nadi konektivitas ini kami perkuat," ujar Heru, mengutip pernyataan yang dirilis Antara.

Ia juga menekankan bahwa kesiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi perhatian khusus, mengingat dinamika alam di sejumlah perairan Indonesia yang bisa berubah cepat.

"Semua lintasan prioritas itu, yang dikelola 15 cabang di 33 pelabuhan, sudah dipastikan siap melayani," lanjut Heru.

Lintasan-lintasan yang dimaksud antara lain Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Kayangan-Pototano. Lalu ada juga Telaga Punggur-Tanjung Uban, Bajoe-Kolaka, hingga rute terjauh seperti Bitung-Ternate dan Bolok-Rote. Jalur-jalur inilah yang akan menjadi tulang punggung untuk arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama periode liburan nanti.

Bagi Heru, kesiapan ini lebih dari sekadar urusan kapal dan dermaga. Ini soal kehadiran negara untuk memberi rasa aman.

"Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang andal. Fondasinya sederhana: keselamatan, empati, dan tanggung jawab. Terutama saat mobilitas meninggi dan cuaca sulit ditebak," tegasnya.

Siaga dengan 222 Kapal

Secara total, ASDP menyiagakan 222 unit kapal untuk melayani 318 lintasan di seluruh Indonesia. Rinciannya, 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis. Mereka memproyeksikan pergerakan penumpang di 15 lintasan utama bakal menyentuh angka 547 ribu orang naik sekitar 4,3% dari tahun sebelumnya. Sementara untuk kendaraan, diprediksi mencapai 868 ribu unit, atau melonjak 8,9%. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 23 dan 24 Desember 2025.

Nah, untuk mengatur arus ini, ASDP mengandalkan sistem digital Ferizy. Masyarakat diharapkan bisa mengatur jadwal perjalanan lebih tertib lewat platform ini. Pembelian tiket hanya dilakukan via aplikasi atau situs resmi Ferizy dan mitranya. Bayarnya bisa pakai ATM, mobile banking, dompet digital, atau gerai ritel.

Satu hal yang ditegaskan: tidak ada penjualan tiket langsung di pelabuhan. Calon penumpang wajib punya tiket minimal satu hari sebelum berangkat dan datang sesuai jadwal yang tertera di tiket.

Di lapangan, persiapan juga diperketat. Customer service bakal beroperasi 24 jam. Di lintasan Merak-Bakauheni, layanan Express II akan dioptimalkan. Fasilitas pendukung seperti toilet portable dan penerangan pelabuhan ditambah. Koordinasi dengan instansi seperti KSOP, TNI-Polri, dan BMKG juga ditingkatkan untuk antisipasi lalu lintas dan perubahan cuaca.

"Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada. Pantau informasi resmi, ikuti arahan petugas, dan perhatikan peringatan cuaca ekstrem dari BMKG," pesan Heru.

Dengan persiapan menyeluruh ini, ASDP berharap ritme liburan akhir tahun bisa berjalan mulus. Tak cuma untuk kenyamanan masyarakat, tapi juga untuk mendukung denyut perekonomian nasional.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler