Rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza untuk misi perdamaian masih menunggu lampu hijau. Kabar terbaru, semuanya bergantung pada instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tanpa arahan dari pimpinan tertinggi, langkah konkret belum bisa diambil.
Hal ini ditegaskan oleh Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat berbincang dengan para wartawan di Balai Puspen TNI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa lalu.
"Kita tunggu. TNI pada dasarnya siap, kita tunggu nanti. Karena dalam tahap ini kita masih menunggu sesuai dengan arahan dari pimpinan," ujarnya.
Sebenarnya, wacana pengerahan pasukan internasional ke wilayah konflik itu sudah mengemuka. Menurut sejumlah laporan, termasuk dari media Israel KAN yang dikutip Anadolu Agency, pasukan multinasional termasuk kontingen dari Indonesia dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Mei mendatang. Ini merupakan bagian dari fase lanjutan dari sebuah rencana perdamaian.
Kalau merujuk laporan itu, kekuatan pasukan perdamaian akan diisi sekitar 5.000 personel dari Indonesia. Mereka tak sendirian. Negara seperti Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo juga disebutkan akan ikut menyumbang pasukan.
Di sisi lain, soal penempatan awal pun sudah ada gambaran. Pasukan internasional tersebut rencananya akan ditempatkan di sekitar kota baru Palestina di area Rafah, Gaza bagian selatan. Kota itu sendiri dibangun dengan sokongan dana dari Uni Emirat Arab. Dari sanalah, operasi diperkirakan akan meluas ke wilayah lainnya.
Menjelang pengerahan itu, delegasi militer dari negara-negara partisipan dikabarkan akan datang ke Israel dalam dua minggu ke depan. Tujuannya jelas: melakukan peninjauan lapangan di Jalur Gaza. Langkah ini wajar sebagai persiapan akhir sebelum misi benar-benar dimulai.
Namun begitu, semua lini masa dan rencana teknis itu, setidaknya bagi Indonesia, masih bersifat tentatif. Ibarat mobil yang mesinnya sudah dipanaskan, tapi belum ada perintah untuk menginjak gas. Semua mata kini tertuju pada arahan dari Istana.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi