Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengumumkan bahwa Polri sudah bersiap. Persiapan itu bukan cuma untuk mengamankan arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026, tapi juga untuk menghadapi kemungkinan bencana. Hal ini disampaikan Sigit usai meninjau Stasiun Tawang di Jawa Tengah, Minggu lalu.
“Tentunya selain kami membantu memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang akan melaksanakan rangkaian kegiatan Nataru, maka kita juga harus mempersiapkan pelayanan terkait dengan tanggap bencana,” tegas Sigit.
Latar belakang pernyataan ini adalah ramalan BMKG. Menurut badan tersebut, sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam periode liburan nanti. Ancaman banjir dan tanah longsor pun mengintai.
Menyikapi hal itu, Sigit sudah menginstruksikan jajarannya. Dia memerintahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di tiap wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik yang rawan bencana. Tak cuma itu, Satgas Gabungan penanganan bencana pun harus benar-benar siaga.
“Satgas gabungan penanganan bencana harus betul-betul siap mulai dari personelnya, sarana prasarananya, dan kemudian cara bertindak yang harus dilakukan termasuk wilayah-wilayah yang dari tahun ke tahun potensial terdampak bencana,” kata dia.
Persiapan teknis juga ditekankan. Sigit meminta agar rekayasa lalu lintas disiapkan. Jadi, kalau jalur utama terputus karena bencana, sudah ada alternatif lain yang bisa dilalui. Evakuasi juga harus dipetakan dengan matang.
“Kalau itu berdampak kepada masyarakat yang harus dilakukan SAR, dilakukan evakuasi tentunya peralatannya juga harus siap dan kemudian harus dibawa ke titik mana tempat pengungsiannya tempat evakuasinya semuanya juga harus dipersiapkan,” jelasnya lebih lanjut.
Mantan Kabareskrim ini punya harapan besar. Dia berharap semua persiapan yang sudah dirancang sedemikian rupa ini bisa berjalan mulus. Intinya, pelayanan keamanan dan keselamatan selama Nataru harus tetap optimal, meski cuaca diperkirakan tak bersahabat.
“Harapan kita tentunya di tengah situasi ancaman terkait dengan potensi curah hujan tinggi yang bisa berdampak kepada banjir, longsor, dan sebagainya, pelayanan Nataru tetap bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tandas Sigit menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
BRIN Desak Pemprov DKI Kaji Ulang Efektivitas Hujan Buatan untuk Tangani Banjir
Pemerintah Targetkan Groundbreaking Proyek Sampah Jadi Energi pada Maret 2026
Utusan Khusus Presiden: Investor Internasional Serius Minati PLTN Indonesia
PUPR Garap Rusun Bersubsidi di Lahan Eks Meikarta, Skema Pembiayaan Jadi Kunci