MURIANETWORK.COM - Status nonaktif yang tiba-tiba dialami sejumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan sempat menimbulkan kecemasan. Namun, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa reaktivasi atau pengaktifan kembali kepesertaan dapat dilakukan secara mandiri oleh warga. Prosedur ini dirancang agar peserta yang terdampak dapat kembali mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.
Penegasan ini disampaikan Wamenkes Dante dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jumat (6 Februari 2026). Ia menjelaskan bahwa mekanismenya relatif sederhana.
“Datang ke tempat kesehatan langsung langsung aktif enggak masalah. Kalau dia PBI langsung reaktivasi secara otomatis,” tuturnya.
Apa Itu Reaktivasi PBI Jaminan Kesehatan?
Secara sederhana, reaktivasi adalah proses mengembalikan status kepesertaan jaminan kesehatan menjadi aktif setelah sebelumnya dinonaktifkan. Tujuannya jelas: memastikan warga penerima bantuan iuran dari pemerintah ini tidak kehilangan akses untuk berobat secara gratis.
Proses ini khusus diperuntukkan bagi individu yang dinonaktifkan karena beberapa alasan krusial. Misalnya, warga dari kelompok desil 6-10 atau yang desilnya belum ditentukan, tetapi sangat membutuhkan layanan kesehatan akibat penyakit kronis, katastropik, atau kondisi darurat medis.
Selain itu, reaktivasi juga berlaku untuk warga yang datanya tidak ditemukan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta bayi dari ibu penerima PBI yang status kepesertaannya terhapus. Penting untuk dicatat, kebijakan ini umumnya tidak berlaku bagi peserta yang baru dinonaktifkan dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Langkah-Langkah Reaktivasi Mandiri
Lantas, apa yang harus dilakukan jika Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) atau kartu PBI Anda ternyata nonaktif saat akan berobat? Berikut tujuh langkah prosedural yang dapat diikuti berdasarkan panduan resmi:
Artikel Terkait
Bentrokan Dua Kampung Warna-i Festival Kuluwung di Jonggol
Australia Larang Sementara Kedatangan Warga Iran Terkait Konflik Timur Tengah
Enam Tim Berebut Dua Tiket Terakhir Piala Dunia 2026 Lewat Play-off
Arus Balik Lebaran 2026 Reda, 2 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta