MURIANETWORK.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca basah untuk wilayah DKI Jakarta pada hari Sabtu (30/3/2024). Prakiraan cuaca pagi hingga sore ini menunjukkan sebagian besar wilayah ibu kota akan diguyur hujan ringan, dengan beberapa daerah berpotensi mengalami hujan disertai petir pada siang hari. Kondisi ini mengharuskan warga untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Rincian Prakiraan Cuaca per Wilayah
Secara rinci, BMKG memetakan kondisi cuaca untuk tiap wilayah administratif. Jakarta Barat dan Jakarta Pusat diprakirakan mengalami pola yang serupa, yaitu hujan ringan dari pagi hingga sore, kemudian berubah menjadi berawan tebal di malam hari. Suhu udara di kedua wilayah ini diperkirakan stabil di angka 26 derajat Celsius sepanjang hari.
Sementara itu, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur memiliki pola yang sedikit berbeda. Pagi hari diawali dengan kondisi berawan tebal, yang kemudian berpotensi meningkat menjadi hujan yang disertai petir pada siang hari. Menjelang sore, intensitas hujan diperkirakan mereda menjadi hujan ringan sebelum akhirnya kembali berawan tebal di malam hari. Suhu di kedua wilayah ini juga berkisar pada 26 derajat Celsius.
Untuk wilayah Jakarta Utara, prakiraan menunjukkan hujan ringan akan berlangsung dari pagi hingga sore, diikuti malam yang berawan tebal. Adapun Kepulauan Seribu diprakirakan mengalami hujan ringan dengan durasi lebih panjang, yakni dari pagi hingga malam hari, dengan suhu udara sedikit lebih hangat sekitar 27 derajat Celsius.
Imbauan untuk Masyarakat
Menyikapi prakiraan ini, masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi. Kondisi hujan yang dapat disertai petir menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi pengguna jalan dan mereka yang beraktivitas di area terbuka. Memperhatikan perkembangan cuaca dari waktu ke waktu menjadi langkah bijak untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.
BMKG secara konsisten mengingatkan,
"Publik diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," jelasnya melalui rilis resmi.
Peringatan semacam ini lazim dikeluarkan oleh lembaga meteorologi untuk meminimalisir risiko, mengingat perubahan cuaca di wilayah tropis seperti Jakarta bisa berlangsung cepat dan dinamis. Kesigapan dan persiapan menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.
Artikel Terkait
KY Periksa Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Usai OTT KPK di PN Depok
Iran dan AS Gelar Perundingan Langsung di Oman Pasca Konflik Militer 2025
Ribuan Siswa Bandung Alami Gangguan Kesehatan Mental, Pemerintah Buka Rekrutmen Guru Sekolah Garuda
Prancis dan Kanada Buka Konsulat di Nuuk, Dukung Otonomi Greenland