Upaya evakuasi jenazah Syafiq Ali di Gunung Slamet masih terus berlangsung. Medannya memang ekstrem, panjang, jadi prosesnya dilakukan bertahap dengan sistem estafet antar pos.
Menurut Handika dari Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang, ada perkembangan yang cukup berarti. "Teman-teman yang ada di atas sudah berhasil menaikkan korban," ujarnya saat ditemui di Basecamp Dipajaya.
"Saat ini korban sedang dalam perjalanan menuju jalur Dipajaya. Rencananya akan masuk lewat jalur Pos 9 Pelawangan," jelas Handika lebih lanjut.
Mengingat jarak tempuh yang sangat jauh, Basarnas punya strategi khusus untuk menjaga kondisi para personelnya. Mereka menempatkan relawan tim gabungan di setiap pos pendakian yang ada. Tujuannya jelas: agar stamina tim tidak terkuras habis di satu titik.
"Kita butuh stamina. Makanya, personel kita tempatkan di masing-masing pos," kata Handika menerangkan skema tersebut.
Namun begitu, perjalanan operasi ini tidak mulus. Handika mengungkapkan bahwa evakuasi sempat tertunda pada malam sebelumnya. Cuaca buruklah penyebabnya.
"Evakuasi semalam terkendala cuaca. Di atas situasi hujan dan badai, jadi kami harus pertimbangkan keselamatan tim dulu," katanya. Keputusan yang tepat, meski berat.
Artikel Terkait
Marapthon Dinilai Ubah Cara Publik Konsumsi Media Digital, Pengamat Soroti Pergeseran ke Konten Partisipatif
Iran Peringatkan Pasukan Asing Tinggalkan Selat Hormuz, Tuding AS Tembak Jatuh Helikopter Apache
Timnas Indonesia Raih Dua Kemenangan Beruntun, Herdman Soroti Pentingnya Jaga Momentum
10 Dokumen Wajib yang Harus Disiapkan Pelamar Sebelum CPNS 2026 Dibuka