Pecatan Gus Yahya Menggema, PBNU di Ujung Tanduk Jelang Muktamar

- Rabu, 26 November 2025 | 19:50 WIB
Pecatan Gus Yahya Menggema, PBNU di Ujung Tanduk Jelang Muktamar
Dinamika Internal PBNU Menjelang Muktamar

MURIANETWORK.COM

Suasana di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang tidak karuan. Hanya tersisa dua bulan sebelum Muktamar ke-35 digelar di Surabaya pada akhir Januari 2026, tapi justru di saat-saat seperti inilah konflik internal malah memanas. Kali ini, perseteruan itu melibatkan dua pucuk pimpinan: Ketua Umum dan Rais Aam.

Di sisi lain, para petinggi di lingkungan Rais Aam bersikukuh bahwa mereka sudah resmi memecat Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya. Keputusan itu mereka klaim telah berlaku sejak Rabu (26/11) yang lalu.

Namun begitu, Gus Yahya tampaknya tak bergeming. Ia menilai langkah pemecatan itu cacat secara prosedur karena dianggap tak sejalan dengan AD/ART organisasi. Alih-alih menyerah, ia justru melayangkan tantangan.

Menurutnya, satu-satunya forum yang sah untuk memutuskan statusnya adalah Muktamar. Di situlah nanti ia akan memaparkan pertanggungjawaban atas kepemimpinannya selama lima tahun terakhir.

“Mari kita selesaikan di Muktamar saja. Setiap muktamar kan ada mekanisme pertanggungjawaban, sehingga tidak menimbulkan hal-hal seperti ini,” ujarnya, seperti yang dilaporkan oleh Kompas TV.

Gus Yahya juga mengingatkan semua pihak untuk tidak mempermalukan ormas Islam terbesar di Indonesia ini. “Tidak ada yang mau NU pecah. Tidak ada yang ingin NU ini cacat keabsahannya. Kalau mau maksa tetap saja cacat. Jadi mari kita jalankan proses yang valid sesuai dengan konstitusi,” tuturnya lagi dengan nada menekan.

Terlepas dari penolakannya, pemecatan itu secara resmi telah diumumkan. Dasarnya adalah surat edaran tentang tindak lanjut keputusan rapat harian Syuriyah PBNU. Surat itu ditandatangani oleh Wakil Rais Aam PBNU, Afifuddin Muhajir, dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir, pada Selasa, 25 November 2025.

Yang menarik, surat tersebut menyatakan bahwa status Gus Yahya sebagai Ketua Umum dicabut efektif mulai 26 November pukul 00.45 WIB. Sebuah waktu yang terhitung sangat dini, seolah menandai sebuah peristiwa yang ingin cepat-cepat diputuskan sebelum fajar menyingsing.

Dengan situasi seperti ini, jalan menuju Muktamar di Surabaya nanti dipastikan akan penuh dengan ketegangan dan dinamika yang tak terduga.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar