MURIANETWORK.COM
Suasana di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang tidak karuan. Hanya tersisa dua bulan sebelum Muktamar ke-35 digelar di Surabaya pada akhir Januari 2026, tapi justru di saat-saat seperti inilah konflik internal malah memanas. Kali ini, perseteruan itu melibatkan dua pucuk pimpinan: Ketua Umum dan Rais Aam.
Di sisi lain, para petinggi di lingkungan Rais Aam bersikukuh bahwa mereka sudah resmi memecat Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya. Keputusan itu mereka klaim telah berlaku sejak Rabu (26/11) yang lalu.
Namun begitu, Gus Yahya tampaknya tak bergeming. Ia menilai langkah pemecatan itu cacat secara prosedur karena dianggap tak sejalan dengan AD/ART organisasi. Alih-alih menyerah, ia justru melayangkan tantangan.
Menurutnya, satu-satunya forum yang sah untuk memutuskan statusnya adalah Muktamar. Di situlah nanti ia akan memaparkan pertanggungjawaban atas kepemimpinannya selama lima tahun terakhir.
Artikel Terkait
Imigrasi Bentuk Satgas Khusus dan Petugas Desa untuk Awasi WNA di Bali
Kemhan Tegaskan Usulan Akses Udara AS Masih dalam Tahap Kajian
IMF Peringatkan Resesi Global Ancam Ekonomi Dunia Akibat Perang Iran
Menteri Haji: Persiapan Layanan Haji 2026 Capai 100 Persen