Polytron Indonesia Open 2026 Siap Digelar di Istora dengan Inovasi Teknologi dan Semangat Berkelanjutan

- Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB
Polytron Indonesia Open 2026 Siap Digelar di Istora dengan Inovasi Teknologi dan Semangat Berkelanjutan

Jakarta bakal kembali jadi pusat perhatian dunia bulutangkis. Pada 2 hingga 7 Juni 2026 mendatang, Istora Gelora Bung Karno akan menggelar Polytron Indonesia Open 2026. Ini bukan turnamen biasa, tapi ajang bergengsi level BWF World Tour Super 1000 yang dijamin bakal mempertemukan puluhan pemain top dunia. Mereka berebut gelar, sekaligus poin ranking yang sangat berharga.

Yang menarik, tahun ini ada balutan inovasi dan konsep keberlanjutan. Polytron, sebagai sponsor utama, nampaknya tak cuma sekadar menempelkan logo. Mereka bawa pendekatan baru lewat integrasi teknologi. Salah satu langkah konkretnya? Menghadirkan Polytron G3 sebagai mobil listrik resmi untuk mobilitas atlet selama turnamen. Sebuah inisiatif yang sejalan dengan dorongan gaya hidup ramah lingkungan.

Di sisi lain, momentum ini jelas lebih dari sekadar kompetisi. Ini jadi simbol dukungan nyata buat atlet Indonesia agar makin sanggup bersaing di kancah global. Polytron sendiri ingin menegaskan komitmen jangka panjang mereka untuk perkembangan bulutangkis nasional.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, punya penjelasan menarik soal visi di balik dukungan ini.

“DNA Indonesia Open dan Polytron itu sebenarnya mirip. Kami berakar dari Indonesia, tumbuh bareng rakyat, dan sekarang jadi kebanggaan di tengah persaingan merek global,” ujar Tekno.

“Lewat semangat 'Pride of the Nation', kami ingin mengubah simbol kebanggaan nasional ini jadi kekuatan inovasi teknologi yang berkelanjutan. Dukungan kami bukan cuma sponsorship. Ini kontribusi nyata untuk menciptakan ekosistem kompetisi berkualitas buat atlet Indonesia.”

Dia juga menyebut rekam jejak Polytron dalam mendukung olahraga ini, mulai dari turnamen para badminton, Superliga Junior, sampai ke berbagai kejuaraan daerah.

“Polytron Indonesia Open 2026 ini kami harap jadi ajang pembuktian atlet nasional di rumah sendiri. Sekaligus jadi etalase yang menunjukkan potensi besar inovasi dan semangat kebersamaan Indonesia ke mata dunia,” lanjutnya.

Dukungan itu dapat apresiasi dari PP PBSI. Sekjen PBSI, Ricky Soebagdja, menilai turnamen ini punya peran vital di kalender dunia.

“Ini salah satu turnamen paling prestisius. Bagi kita, ini bukan cuma soal jadi tuan rumah, tapi peluang emas buat atlet berprestasi di depan publik sendiri,” kata Ricky.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar