Bali Serap Hampir Setengah dari 15,39 Juta Kunjungan Wisman, Menpar Dorong Investasi Merata ke Daerah Lain

- Minggu, 31 Mei 2026 | 04:30 WIB
Bali Serap Hampir Setengah dari 15,39 Juta Kunjungan Wisman, Menpar Dorong Investasi Merata ke Daerah Lain

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa Pulau Dewata masih menjadi poros utama sektor pariwisata nasional, dengan hampir setengah dari total kunjungan wisatawan mancanegara terkonsentrasi di wilayah tersebut. Data menunjukkan bahwa dari 15,39 juta kunjungan wisman yang tercatat secara nasional, sekitar 7 juta di antaranya berada di Bali. Angka ini, menurut Widiyanti, mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata sekaligus tujuan investasi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Investor Roundtable 2026 yang digelar di Piasan Nusa Dua Restaurant, Bali, pada Jumat (29/5/2026). Dalam kesempatan itu, Widiyanti menekankan bahwa Bali tetap menjadi jantung pertumbuhan pariwisata Indonesia. Namun, ia juga menyoroti bahwa tingginya konsentrasi investasi di sejumlah kawasan seperti Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud menandakan perlunya strategi pemerataan agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh satu wilayah.

“Indonesia bukan hanya Bali. Kita memiliki banyak destinasi unggulan dengan potensi pariwisata dan investasi yang sangat besar, yang masih menunggu untuk dikembangkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti dalam siaran pers Kementerian Pariwisata yang diterima pada Minggu (31/5).

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta Destinasi Pariwisata Regeneratif lainnya. Kawasan-kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu memperluas distribusi manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. Langkah ini dinilai sejalan dengan tren global yang semakin mengutamakan prinsip keberlanjutan, wisata kesehatan, serta pengalaman autentik dan bermakna.

Di sisi lain, Menteri Pariwisata mengajak para investor untuk melihat peluang yang terbuka lebar di luar Bali. Ajakan ini bertujuan membangun industri pariwisata yang lebih seimbang, inklusif, dan berkelanjutan. Forum Investor Roundtable juga menjadi wadah bagi Kementerian Pariwisata untuk menyerap masukan dari investor, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha terkait tantangan di lapangan serta dukungan yang dibutuhkan untuk memperkuat iklim investasi sektor pariwisata.

Masukan tersebut akan menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan investasi pariwisata yang lebih hijau, kompetitif, dan merata ke depan. Sementara itu, dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola, Widiyanti juga mengumumkan rencana pengembangan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API). Sistem ini bertujuan memastikan seluruh akomodasi yang dipasarkan melalui platform digital telah mengantongi Perizinan Berusaha, khususnya di Bali.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar