Paris Saint-Germain (PSG) menorehkan lembaran baru dalam sejarah sepak bola Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions untuk pertama kalinya di era modern. Tim asuhan Luis Enrique itu menjadi kesebelasan kedua yang mampu mengulang prestasi tersebut sejak kompetisi berganti format pada musim 1992/1993. Kepastian itu diraih setelah PSG menundukkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3 di Puskas Arena, Budapest, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Keberhasilan pada tahun 2026 ini melanjutkan dominasi PSG yang musim lalu menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final yang digelar di Muenchen. Sejak awal musim lalu, Luis Enrique berhasil membawa PSG merebut delapan dari sepuluh trofi yang tersedia di berbagai kompetisi, menunjukkan superioritas luar biasa baik di kancah domestik maupun Eropa.
Salah satu faktor utama di balik sukses beruntun Les Parisiens adalah stabilitas skuad. Seluruh 10 pemain outfield yang menjadi starter saat mengalahkan Arsenal juga tampil sejak menit pertama ketika mereka menjuarai final musim lalu melawan Inter Milan. Satu-satunya perubahan terjadi di posisi penjaga gawang, di mana Matvey Safonov dipercaya menggantikan Gianluigi Donnarumma yang hengkang ke Manchester City pada bursa transfer musim panas lalu.
Dengan dua gelar Liga Champions beruntun pada 2025 dan 2026, PSG kini resmi masuk dalam daftar eksklusif klub-klub yang pernah menjadi juara Eropa secara berturut-turut. Mereka menjadi tim ke-10 sepanjang 71 tahun sejarah Piala Eropa dan Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar juara secara beruntun. Sebelumnya, rekor serupa hanya dipegang oleh Real Madrid yang meraih tiga gelar beruntun dari 2016 hingga 2018.
PSG pun berpeluang menjadi klub kelima yang menjuarai Liga Champions atau Piala Eropa tiga kali berturut-turut jika mampu mempertahankan tren positif pada musim depan. Dalam daftar sejarah, periode Piala Eropa mencatat delapan klub yang pernah melakukannya, mulai dari Real Madrid (1956–1960), Benfica (1961–1962), Inter Milan (1964–1965), Ajax (1971–1973), Bayern Muenchen (1974–1976), Liverpool (1977–1978), Nottingham Forest (1979–1980), hingga AC Milan (1989–1990). Sementara itu, pada era Liga Champions, hanya Real Madrid (2016–2018) dan kini PSG (2025–2026) yang tercatat.
Kendati telah berhasil mempertahankan gelar, rekor Real Madrid sebagai pemilik lima gelar Piala Eropa beruntun pada periode 1956 hingga 1960 masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Les Parisiens. Namun, pencapaian dua gelar beruntun ini sudah menempatkan PSG dalam kelompok elite klub Eropa.
Luis Enrique menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh skuad yang tetap konsisten dan fokus dalam setiap pertandingan.
“Stabilitas dan kerja sama tim menjadi kunci utama kesuksesan kami,” jelasnya.
Artikel Terkait
Fajar/Fikri Jadi Satu-Satunya Wakil Indonesia di Final Singapore Open 2026
Alfian/Fikri Kalahkan Wakil China, Melaju ke Final Singapura Open 2026
Igor Tolic Hadapi Tantangan Berat Jaga Motivasi Persib agar Tak Terjebak Antiklimaks Usai Tinggalkan Bojan Hodak
Alwi Farhan Gagal ke Final Singapura Open 2026 Usai Dikalahkan Alex Lanier