Rata-rata hanya enam kapal yang melintasi Selat Hormuz setiap hari sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran, sebuah penurunan drastis yang mencapai 95 persen dibandingkan kondisi normal. Sebelum konflik meletus, jalur pelayaran strategis itu biasa dilalui oleh sekitar seratus kapal per hari.
Perang tersebut dimulai ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, dan dampaknya langsung terasa pada lalu lintas laut di kawasan itu. Data dari situs pelacak kapal PortWatch mencatat bahwa total kapal yang berlayar di selat tersebut hanya mencapai 532 unit antara 28 Februari hingga 17 Mei. Angka itu mencakup berbagai jenis kapal, mulai dari kapal tanker, kargo umum, kontainer, roll-on/roll-off (ro-ro), hingga pengangkut curah kering.
Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir terlihat sedikit peningkatan jumlah kapal yang melintas. Menurut sejumlah pejabat Iran, sekitar 20 hingga 25 kapal melewati selat tersebut setiap hari pada pekan lalu.
Artikel Terkait
Kapasitas Batu Bara Global Naik 3,5 Persen pada 2025, China dan India Jadi Motor Utama
Penjualan Semikonduktor Global Diproyeksikan Tembus Rp17.300 Triliun pada 2026, Didorong Lonjakan Pusat Data AI
Libur Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila Dorong Lonjakan Penumpang KAI, Tembus 1,21 Juta Orang
Arsenal Ungguli PSG 1-0 di Babak Pertama Final Liga Champions 2026