Paris Saint-Germain (PSG) untuk kedua kalinya secara beruntun mengukuhkan diri sebagai raja Eropa setelah menaklukkan Arsenal melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, pada partai final Liga Champions yang berlangsung di Budapest, Sabtu (30/5). Pertandingan yang berjalan sengit selama 120 menit itu harus berakhir imbang 1-1 sebelum akhirnya ditentukan dari titik putih.
Sejak peluit pertama dibunyikan, PSG langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi penguasaan bola. Namun, justru Arsenal yang berhasil memecah kebuntuan lebih dahulu melalui serangan balik cepat yang dituntaskan Kai Havertz pada menit keenam. Keunggulan tersebut membuat The Gunners semakin nyaman bermain dengan pertahanan rapat yang digalang duet William Saliba dan Gabriel Magalhães.
Dominasi penguasaan bola yang dimiliki PSG tidak serta-merta memudahkan mereka menembus pertahanan lawan. Sepanjang babak pertama, tim asuhan Luis Enrique kesulitan mencari celah di lini tengah yang tertutup rapat. Upaya mengalirkan bola melalui sisi lapangan pun kandas berkat disiplinnya penampilan Cristian Mosquera dan Piero Hincapié dalam menghalau pergerakan para pemain sayap PSG. Hingga turun minum, keunggulan 1-0 untuk Arsenal tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan tempo permainan demi membongkar pertahanan lawan. Kesabaran mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Wasit menunjuk titik putih setelah Cristian Mosquera melanggar Khvicha Kvaratskhelia di kotak terlarang. Ousmane Dembélé yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya, mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1. Meski terus mendikte tempo, PSG tidak mampu menambah gol karena Arsenal tetap fokus menutup ruang. Skor bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, memaksa laga dilanjutkan ke babak tambahan.
Babak perpanjangan waktu berlangsung dengan tempo yang lebih lambat, seiring menurunnya kondisi fisik kedua tim. Ketegangan sempat terjadi ketika Nuno Mendes menjatuhkan Noni Madueke di kotak terlarang pada babak pertama perpanjangan waktu. Namun, wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran dan VAR pun tidak melakukan peninjauan lebih lanjut. Akibatnya, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga laga memasuki babak adu penalti.
Pada babak tos-tosan, PSG keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Dua eksekutor Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhães, gagal menunaikan tugasnya. Sementara itu, dari kubu PSG, hanya Nuno Mendes yang gagal menjadi algojo. Kesuksesan ini memastikan PSG kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk musim kedua secara beruntun.
Artikel Terkait
Ayah di Pekalongan Jadi Tersangka Pencabulan Anak Kandung Usia 4 Tahun
Konten Kreator Dilaporkan Alami Intimidasi saat Liput Proyek Wisata Air Kalimalang Bekasi
Anggota DPRD DKI Desak Pemprov Percepat Pembangunan RTH di Permukiman Padat
Tim Geolog UPN Yogyakarta Temukan Semburan Gas Metana dari Bekas Rawa di Balik 39 Kali Kebakaran Rumah Warga Sleman