Penjualan Semikonduktor Global Diproyeksikan Tembus Rp17.300 Triliun pada 2026, Didorong Lonjakan Pusat Data AI

- Minggu, 31 Mei 2026 | 00:35 WIB
Penjualan Semikonduktor Global Diproyeksikan Tembus Rp17.300 Triliun pada 2026, Didorong Lonjakan Pusat Data AI

Penjualan semikonduktor global diproyeksikan menembus angka satu triliun dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp17.300 triliun, pada tahun 2026. Angka tersebut diperkirakan akan berlipat ganda menjadi dua triliun dolar AS pada tahun 2035, menurut proyeksi terbaru dari asosiasi industri SEMI.

Proyeksi ini disampaikan oleh CEO SEMI, Ajit Manocha, dalam sebuah pernyataan yang dikutip pada Sabtu (30/5/2026). Ia menjelaskan bahwa lonjakan permintaan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan pesat pusat data yang digunakan untuk mendukung pengembangan dan operasional teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Hal ini didorong oleh pertumbuhan pesat pusat data yang digunakan untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI),” ujar Ajit Manocha.

SEMI sendiri merupakan asosiasi industri yang menghimpun perusahaan-perusahaan di sepanjang rantai pasokan desain dan manufaktur elektronik. Organisasi ini menyediakan peralatan, material, dan layanan untuk produksi semikonduktor, panel fotovoltaik, LED, layar panel datar, serta sistem mikro-elektromekanik (MEMS) dan teknologi terkait lainnya.

Menurut Ajit, lonjakan permintaan semikonduktor yang terjadi belakangan ini diperkirakan akan terus berlanjut. Kondisi ini dinilai tetap stabil meskipun terdapat gangguan rantai pasokan akibat konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian perdagangan global lainnya.

Ia pun meredam kekhawatiran akan dampak ketegangan geopolitik. Menurutnya, situasi tersebut tidak akan menghambat pertumbuhan pesat industri semikonduktor pada tahun ini.

Di sisi lain, Ajit mengingatkan bahwa kekurangan bahan baku yang terus-menerus dapat memengaruhi prospek industri dalam jangka panjang. Tantangan pasokan bahan mentah menjadi faktor yang perlu diantisipasi oleh para pemangku kepentingan di sektor ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar