Irwansyah
Selasa dini hari yang sunyi di Pekanbaru tiba-tiba ramai oleh aktivitas petugas. Sekitar pukul dua lewat, tim gabungan menggelar razia mendadak di sejumlah tempat hiburan malam. Targetnya jelas: menghentikan peredaran narkoba. Dan hasilnya, dua butir pil yang diduga ekstasi berhasil diamankan, tergeletak tanpa pemilik.
Operasi ini tak main-main. Melibatkan banyak pihak: Ditresnarkoba Polda Riau, Tim Raga Ditreskrimum, Samapta, Sat Brimob, plus Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat). Mereka bergerak serentak, menyisir lokasi-lokasi yang dianggap rawan.
Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, langkah ini adalah upaya pencegahan. “Razia ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan penindakan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan malam,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).
Niatnya untuk membuat jera. Tempat-tempat hiburan, kata dia, harus bersih dari barang haram itu.
Salah satu sasaran adalah sebuah ruangan di Sago KTV, di kawasan Jalan Sudirman yang selalu ramai. Di sanalah petugas menemukan dua butir pil ekstasi. Diduga, si pemilik panik dan meninggalkannya begitu saja saat razia dimulai.
“Barang bukti yang ditemukan akan ditindaklanjuti untuk mengungkap siapa pemilik dan dari mana barang tersebut berasal,” tegas Putu.
Dari Sago KTV, perjalanan razia berlanjut. Tidak jauh dari sana, tim menuju MP Club Pekanbaru. Pemeriksaan dilakukan detail, menyeluruh. Satu per satu ruang karaoke diperiksa, tak terkecuali area pub atau lantai dansa yang biasanya dipadati pengunjung.
Petugas juga tak segan memeriksa identitas pengunjung. Bahkan, penggeledahan badan dan barang bawaan dilakukan secara selektif. Tujuannya satu: memastikan tidak ada yang membawa atau mengonsumsi narkotika di lokasi tersebut.
“Pemeriksaan dilakukan secara selektif untuk memastikan tidak ada pengunjung yang membawa atau mengonsumsi narkotika,” terang Putu lagi.
Ke depan, operasi semacam ini bukan yang terakhir. Putu menegaskan, razia akan terus digelar secara rutin. Tempat hiburan malam dan wilayah-wilayah rawan lain di Kota Pekanbaru akan selalu diawasi ketat. Upaya menekan peredaran narkoba, katanya, harus konsisten dan tanpa kompromi.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Indonesia Tawarkan Diri Jadi Jembatan Penghubung ASEAN-Eurasia di Tengah Ketidakpastian Global
Formas Soroti Nasib Guru Honorer: Minim Kesejahteraan dan Tak Pasti Status
Istana Bantah Isu Menteri Keuangan Purbaya Mundur, Tegaskan Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Wakil Komisi IX DPR Apresiasi Moratorium Dapur Baru MBG, Minta Evaluasi dan Investigasi Keracunan Dibuka ke Publik