Formas Soroti Nasib Guru Honorer: Minim Kesejahteraan dan Tak Pasti Status

- Jumat, 05 Juni 2026 | 21:00 WIB
Formas Soroti Nasib Guru Honorer: Minim Kesejahteraan dan Tak Pasti Status

Nasib guru honorer di Indonesia masih menjadi persoalan pelik yang belum menemukan titik terang. Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang terus membelit para tenaga pendidik ini, mulai dari ketidakpastian status kepegawaian, kesejahteraan yang minim, perlindungan kerja yang lemah, hingga terbatasnya akses pengembangan profesi.

Ketua Formas, Handoyo Budhisejati, menegaskan bahwa guru honorer memegang peranan krusial dalam ekosistem pendidikan nasional. Mereka menjadi garda terdepan yang mengisi ruang-ruang kelas di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh tenaga pengajar lainnya. Tanpa kehadiran mereka, akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut akan semakin timpang.

"Oleh karena itu, Formas memandang perlu adanya ruang dialog yang konstruktif untuk menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi demi terciptanya kebijakan yang lebih berpihak pada masa depan pendidikan bangsa," ujar Handoyo dalam sambutannya di acara Focus Group Discussion bertajuk Nasib Guru Honorer di Auditorium RRI, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurut Handoyo, kondisi yang dialami para guru honorer saat ini sangat memprihatinkan. Ia menilai, generasi muda dengan pengetahuan mumpuni tidak akan cukup untuk memajukan pendidikan Indonesia jika para pengajarnya sendiri masih hidup dalam serba kekurangan. Kesejahteraan yang rendah menjadi beban ganda yang menghambat kinerja dan dedikasi mereka.

Di sisi lain, persoalan ekonomi bukan satu-satunya tantangan. Guru honorer juga masih bergelut dengan kesulitan untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi diri. Keterbatasan biaya dan waktu menjadi tembok besar yang menghalangi mereka untuk berkembang secara profesional.

"Kalau pengajarnya saja tidak kita perhatikan, pendidik-pendidik kita tidak kita perhatikan, bayangkan saja kalau sebagai pendidik dia masih harus mencari nafkah, kapan dia bisa memperdalam ilmu pengetahuan dia yang bisa ditularkan kepada anak murid, anak didiknya?" tegas Handoyo.

Pernyataan tersebut menekankan urgensi perbaikan sistem yang tidak hanya berfokus pada output pendidikan, tetapi juga pada kesejahteraan dan pengembangan kapasitas para pengajar. Tanpa dukungan yang memadai, kualitas pengajaran yang diberikan kepada siswa akan sulit ditingkatkan secara signifikan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar