Tiga Penerbangan Modifikasi Cuaca Diterbangkan untuk Tahan Banjir Jakarta

- Senin, 19 Januari 2026 | 02:06 WIB
Tiga Penerbangan Modifikasi Cuaca Diterbangkan untuk Tahan Banjir Jakarta

Hari ini, Minggu (18/1), operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta memasuki hari ketiga. Tujuannya jelas: meredam cuaca ekstrem dan mencegah banjir melanda ibukota serta daerah penyangganya. Operasi ini rencananya bakal terus berjalan sampai tanggal 20 Januari.

Untuk hari ini, tiga sorti penerbangan telah diluncurkan. Kerja sama antara BPBD, BMKG, TNI AU, dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia itu memakai pesawat CASA A-2105 yang terbang dari Halim Perdanakusuma.

Penerbangan pertama menyasar Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon. Misi utamanya adalah meluruhkan awan hujan yang mengarah ke Jakarta, supaya curah hujan lebih banyak terkonsentrasi di atas laut. Mereka menyemai 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) di ketinggian 11.000 kaki, menargetkan awan Cumulus. Dari pengamatan, awan itu punya base sekitar 3.000 kaki dan puncaknya mencapai 15.000 kaki, dengan angin di ketinggian 11.000 kaki bertiup dari arah barat.

Sorti kedua bergeser ke daratan, tepatnya di Kabupaten Serang dan Tangerang. Fokusnya adalah mengurangi intensitas hujan dari awan yang bergerak menuju wilayah prioritas Jakarta. Kali ini, 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) disebar di ketinggian sekitar 6.000 kaki. Sasaran mereka adalah awan Cumulus Humilis dengan base 6.000 kaki dan top 7.000 kaki. Angin di berbagai lapisan terpantau bergerak ke arah barat.

Lalu, ada sorti ketiga. Penyemaian difokuskan di udara atas Kabupaten Tangerang, dengan harapan bisa memecah awan-awan potensial pembawa hujan. Mereka kembali menggunakan 800 kg CaO, disebar di ketinggian 5.000 hingga 6.000 kaki. Awan targetnya adalah Cumulus Humilis–Mediocris, dengan base antara 1.500–4.000 kaki dan top sekitar 6.000 kaki. Saat operasi berlangsung, angin bertiup dari barat laut.

Menurut Budi Haryoso, Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, potensi hujan lebat hari ini umumnya terkonsentrasi pada siang hingga sore hari.

“Potensi hujan lebat hanya ada di periode siang–sore hari. Semoga dapat diantisipasi secara optimal oleh rekan-rekan kru CASA dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, punya penilaian sendiri. Menurutnya, tanpa OMC, titik banjir hari ini bisa jadi jauh lebih banyak.

“Jika BPBD tidak melakukan Operasi Modifikasi Cuaca dalam beberapa hari terakhir, bisa jadi wilayah genangan hari ini jauh lebih banyak RT yang terdampak,” kata Isnawa.

Ia mengakui, pelaksanaan OMC pada Jumat dan Sabtu lalu berhasil mencegah genangan. Namun begitu, hari ketiga ini tantangannya berbeda. Durasi hujan yang berlangsung cukup lama akhirnya menyebabkan genangan di beberapa titik tidak bisa sepenuhnya dihindari.

Ke depan, BPBD DKI bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi harian. Koordinasi ketat ini penting untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian yang paling efektif, mengikuti dinamika atmosfer yang bisa berubah setiap saat.

Terakhir, BPBD mengingatkan warga untuk tetap waspada. Potensi hujan sedang-lebat yang mungkin disertai petir dan angin kencang masih mengintai. Masyarakat juga diharap aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air di sekitar mereka.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar