Rafael Grossi, sang kepala IAEA, punya kabar yang bikin was-was. Dalam kunjungannya ke Seoul, ia angkat bicara soal kemampuan Korea Utara dalam urusan nuklir. Menurutnya, ada perkembangan yang ia sebut "sangat serius". Intinya, Pyongyang makin lihay dalam memproduksi senjata pemusnah massal itu.
Nah, ini bukan sekadar perkiraan. Badan intelijen Korea Selatan punya keyakinan serupa. Negeri tertutup itu diduga menjalankan sejumlah fasilitas pengayaan uranium. Dan itu, seperti kita tahu, adalah langkah krusial untuk membuat hulu ledak.
"Dalam penilaian berkala kami, kami bisa konfirmasi bahwa operasi reaktor Yongbyon meningkat pesat," ujar Grossi tegas di depan para wartawan, Rabu lalu.
Ia tak cuma bicara soal reaktor utama. Menurut laporan yang ia sampaikan, aktivitas di unit pengolahan ulang dan reaktor air ringan Yongbyon juga terpantau naik. Belum lagi fasilitas-fasilitas lain yang diaktifkan kembali. Semua indikasi ini mengarah pada satu kesimpulan yang suram.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026