Angin Kencang dan Hujan Deras Rusak Rumah, Kendaraan, dan Sekolah di Bogor

- Rabu, 15 April 2026 | 01:00 WIB
Angin Kencang dan Hujan Deras Rusak Rumah, Kendaraan, dan Sekolah di Bogor

Hujan deras mengguyur Gunung Putri, Bogor, Selasa lalu. Tapi bukan cuma air yang turun dengan lebatnya. Angin kencang ikut menyapu, dan akibatnya cukup parah. Pohon-pohon tumbang di beberapa titik, merusak apa saja yang ada di bawahnya.

Di Desa Wanaherang, sebuah rumah warga jadi korban. Atapnya rusak diterpa angin. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi kejadian ini.

"Terjadi angin kencang di Desa Wanaherang saat hujan berlangsung. Akibatnya, satu unit rumah terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap," jelas Adam.

Sayangnya, bukan hanya properti yang rusak. Seorang warga, Suryaningsih (52), mengalami luka-luka. Kepalanya terluka, meski dikategorikan ringan.

"Korban luka satu orang atas nama Suryaningsih (52). Kondisi korban mengalami luka ringan pada bagian kepala. Saat ini korban ditangani bidan Desa Wanaherang," imbuhnya.

Kerusakan rumah itu sendiri ternyata cukup serius. Adam menegaskan, kondisi bangunan sudah membahayakan dan tidak layak huni untuk sementara. Keluarga yang tinggal di dalamnya pun terpaksa mengungsi.

"Untuk saat ini rumah sementara tidak bisa ditempati karena kondisi rumah yang rentan roboh di bagian atap. Rumah dihuni empat jiwa, sementara mengungsi di rumah saudara di alamat yang sama," kata Adam.

Gangguan tak berhenti di situ. Di lokasi lain, tepatnya di Jalan Letda Nasir, Cibubur Country, sebuah pohon tumbang dan menimpa mobil yang sedang terparkir. Lagi-lagi, angin kencang dan hujan lebat jadi biang keroknya.

Adam menyebutkan, "Disebabkan hujan intensitas tinggi disertai angin kencang, mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa satu unit kendaraan roda empat yang terparkir di lokasi."

Cuaca ekstrem itu rupanya juga mengusik aktivitas belajar. Di Desa Bojong Nangka, atap salah satu kelas di SDIT Annahl, milik Yayasan Bina Qur'ani, tersapu angin. Ruang kelas itu pun rusak dan tak bisa dipakai.

"Terjadi angin kencang di Desa Bojong Nangka saat hujan berlangsung. Akibatnya, satu unit kelas di Sekolah Annahl terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap. Tidak ada korban luka maupun jiwa," ujar Adam.

Menurut penjelasannya, kejadian ini murni dipicu cuaca yang memang sedang tidak bersahabat. "Kejadian angin kencang dipicu oleh cuaca ekstrem, berupa hujan disertai angin kencang yang cukup lama. Untuk saat ini, satu ruangan kelas tidak bisa ditempati. Kerusakan pada bagian atap ruang kelas 1 terbawa angin kencang," tutupnya.

Begitulah. Dalam sekejap, cuaca buruk mengubah suasana, meninggalkan kerusakan dan kekhawatiran di beberapa sudut Gunung Putri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar