Marquez Kehilangan Kemenangan Sprint Thailand Usai Dihukum di Tikungan 12

- Minggu, 01 Maret 2026 | 06:15 WIB
Marquez Kehilangan Kemenangan Sprint Thailand Usai Dihukum di Tikungan 12

Drama di Tikungan 12: Marquez Kehilangan Kemenangan Usai Dihukum

Marc Marquez harus gigit jari. Peluang menang sprint race MotoGP Thailand 2026 di Buriram, Sabtu (28/2), buyar begitu saja di lap terakhir. Semuanya berubah gara-gara sebuah penalti yang menjatuhkannya satu peringkat. Posisinya yang sempat kokoh pun goyah di momen paling krusial.

Insidennya terjadi di Tikungan 12. Saat itu, Pedro Acosta dari Red Bull KTM mencoba menyalip dari sisi luar. Kontak pun tak terhindarkan antara dia dan pembalap Ducati Lenovo itu. Steward FIM kemudian memutuskan manuver Marquez melanggar aturan. Keputusan itu, tentu saja, langsung mengubah peta perlombaan.

Padahal, Marquez sempat memimpin. Tapi hukuman itu harus diterimanya. Keunggulan yang nyaris ia kantongi akhirnya lepas di detik-detik akhir.

Dan di tikungan terakhir lap pamungkas, Acosta berhasil merebut posisi terdepan. Marquez? Dia tak punya cukup waktu untuk membalas. Sang legenda hidup itu terpaksa puas finis di belakang rivalnya yang lebih muda.

Reaksi Marquez: Tenang dan Menerima

Usai balapan, suara protes keras tak keluar dari mulut Marquez. Dia terlihat lebih memilih untuk menghormati keputusan yang sudah dijatuhkan steward.

"Menurut pendapat saya, pengawas balapan (steward) yang memutuskan. Jadi, saya hanya mengikuti aturan,"

Begitu katanya, seperti dilansir Crash.

Dia mengaku balapannya lebih fokus pada pengendalian tempo. Strategi itu dia terapkan setelah melihat Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) jatuh di lap kedua.

"Ketika saya melihat Bezzecchi terjatuh, saya langsung memperlambat balapan. Saya hanya mencoba mengendalikan itu,"

ujarnya.

Bagi Marquez, perjalanan kejuaraan masih sangat panjang. Itu sebabnya dia memilih pendekatan yang lebih terukur, tidak grusa-grusu.

"Saya tahu kejuaraan ini sangat panjang dan itulah yang saya coba lakukan: mengendalikan kecepatan balapan, dan setiap kali Pedro menyalip saya, saya langsung menyalipnya lagi di tikungan berikutnya,"

tambahnya.

Ya, sprint race di Buriram ini benar-benar menghadirkan drama sengit. Pertarungan antara Marquez dan Acosta bukan cuma soal satu balapan, tapi sekaligus jadi pembuka untuk persaingan yang makin panas di seri-seri mendatang. Semua jadi lebih seru.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar