Seorang perwira dan seorang prajurit tentara Israel dilaporkan tewas dalam serangan militer yang berlangsung di wilayah selatan Lebanon. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban jiwa di pihak militer Israel sejak pecahnya konflik dengan Iran dan Lebanon pada akhir Februari lalu.
Pihak militer Israel mengidentifikasi perwira yang gugur sebagai Kapten Shahar Gamla, 23 tahun, yang menjabat sebagai wakil komandan sebuah kompi di Unit Egoz dari Brigade Komando. Ia meninggal dunia akibat luka yang diderita selama pertempuran di Lebanon selatan.
Menurut pernyataan resmi militer, Gamla mengalami luka parah dalam serangan pesawat tak berawak beberapa hari sebelumnya di kawasan yang sama. Sementara itu, korban kedua adalah Sersan Ohad Yaari, 21 tahun, seorang prajurit dari Batalyon Shaked, Brigade Givati. Yaari tewas dalam insiden penembakan yang tidak disengaja di Lebanon selatan.
Militer menyatakan bahwa situasi seputar insiden yang menewaskan Yaari masih dalam penyelidikan. Korban jiwa terbaru ini menjadikan jumlah total tentara Israel yang tewas menjadi 30 orang sejak konflik dengan Iran dan Lebanon meletus pada 28 Februari, berdasarkan data yang dirilis militer.
Pengumuman duka ini disampaikan di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon. Padahal, gencatan senjata yang rapuh telah mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang oleh Washington hingga awal Juli. Meskipun ada upaya diplomatik untuk menjaga kesepakatan damai dan mencegah eskalasi baru, Israel tetap melanjutkan serangan di wilayah Lebanon selatan.
Artikel Terkait
Rekomendasi Film Akhir Pekan: Jun Ji-hyun Berburu Wabah Zombie, Kisah Inspiratif Pemain Mobile Legends, hingga Petualangan He-Man
Pramono Anung Tinjau CFD Perdana Rasuna Said, Siap Digelar Rutin Mulai 22 Juni 2026
KPK Ungkap Tarif Rp1–1,5 Juta Per Orang untuk Percepatan Izin Tinggal WNA dalam Kasus Silmy Karim
Gempa M 3,5 Guncang Cianjur, Perjalanan Kereta Siliwangi Sempat Dihentikan