Suasana di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa lalu, tampak berbeda. Sejumlah tokoh puncak negara dan politik berkumpul dalam sebuah silaturahmi kebangsaan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Di antara para ketua umum partai yang duduk melingkar, terlihat sosok Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.
Dari video yang dirilis Sekretariat Presiden, Puan duduk di sisi kanan Prabowo. Posisinya diapit oleh Muhaimin Iskandar dari PKB dan Al Muzzammil dari PKS. Di awal pertemuan, ia terlihat santai mengobrol dengan Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin.
Pertemuan itu sendiri dihadiri hampir semua pimpinan parpol besar. Hadir Surya Paloh (Nasdem), Bahlil Lahadalia (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN), dan Agus Harimurti Yudhoyono dari Demokrat. Mereka semua duduk berbaur dalam formasi yang tidak terlalu kaku.
Tak hanya kalangan politik, jajaran kabinet dan pimpinan lembaga tinggi negara juga memenuhi ruangan. Dari Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Mendagri Tito Karnavian dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin hadir di tempat. Tampak juga Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto. Bahkan, dua mantan menteri luar negeri, Marty Natalegawa dan Alwi Shihab, turut hadir dalam pertemuan ini.
Lalu, apa sebenarnya tujuan pertemuan ini?
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang ditemui di kompleks istana menjelaskan, Presiden ingin meminta pandangan para tokoh soal kondisi terkini. "Untuk diskusi bersilaturahmi saling bertukar pandang. Bapak Presiden ingin bertukar pandang dengan tokoh tersebut," ujar Teddy.
Ia enggan merinci lebih jauh agenda spesifiknya. Yang pasti, menurut Teddy, hampir semua isu hangat akan dibicarakan. "Semuanya dibahas, nanti karena belum mulai," lanjutnya. Isu geopolitik global disebut-sebut akan menjadi salah satu topik dalam obrolan mereka.
Pertemuan seperti ini memang menarik untuk disimak. Di satu sisi, ia adalah ajang silaturahmi. Namun di sisi lain, dalam dinamika politik, pertukaran pandangan di level tertinggi seperti ini selalu punya nuansa dan maknanya sendiri.
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp281 Juta untuk Ahli Waris Petugas PPSU Tewas Kecelakaan Kerja
Shelter Indonesia Transformasi dari Penyedia Tenaga Kerja ke Ekosistem Operasional Terintegrasi
Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi
Pakar Hukum dan Pengamat Politik Dilaporkan ke Polisi Atas Ujaran Kritis