Kabar baik datang dari Kementerian Keuangan. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang tenor penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) hingga September 2026. Langkah ini, tentu saja, disambut gembira oleh perbankan, tak terkecuali BRI.
Farida Thamrin, Direktur Treasury & International Banking BRI, tak menyembunyikan rasa leganya. Menurutnya, keputusan ini memberikan angin segar bagi likuiditas industri.
“Kita sangat gembira sekali,” ujar Farida pada Kamis (26/2/2026).
“Informasinya, dana SAL yang akan jatuh tempo pada 13 Maret 2026 di BRI ini akan diperpanjang. Ini berita yang sangat positif,” tambahnya.
Dana senilai Rp55 triliun milik pemerintah yang dikelola BRI itu kini punya kepastian lebih panjang. Alhasil, bank pelat merah itu bisa bernapas lega dalam merencanakan penyaluran kredit ke depan. Farida menilai, stabilitas likuiditas perbankan bakal jauh lebih terjaga berkat kebijakan ini.
Faktanya, hingga akhir 2025, posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI sudah merangkak naik ke 91,96 persen. Angka ini meningkat dari posisi akhir 2024 yang sebesar 89,39 persen. Artinya, kebutuhan dana segar memang nyata adanya.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Berakhir Deadlock, Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Ganjalan
Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah: Pernyataan JK Soal Syahid Dicabut dari Konteks, Bukan Ajaran Agama
KAI Tegaskan Aksi Taruh Batu di Rel Bekasi Bisa Anjlokan Kereta
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan