Program Rapid Serap 238 Ribu Pekerja dan Gerakkan 58 Ribu UMKM

- Rabu, 25 Maret 2026 | 12:45 WIB
Program Rapid Serap 238 Ribu Pekerja dan Gerakkan 58 Ribu UMKM

Program Rapid, yang digulirkan pemerintah untuk merevitalisasi sekolah-sekolah, ternyata punya dampak yang lebih luas dari sekadar perbaikan gedung. Menariknya, program ini telah menyerap ratusan ribu tenaga kerja lokal. Angkanya cukup signifikan: 238.131 pekerja.

Data itu disampaikan langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, Rabu lalu. Ia menjelaskan, para pekerja itu terlibat dalam berbagai peran, mulai dari insinyur, pengawas lapangan, sampai tenaga bangunan biasa.

"Secara keseluruhan tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini sebagai pekerja bangunan, mulai dari insinyur, pengawas proyek, dan tenaga pendukung lainnya,"

Menurut Qodari, model swakelola yang diterapkan jadi kuncinya. Sekolah, bersama orang tua murid, mengelola langsung renovasi fisik. Alhasil, setiap proyek perbaikan satu sekolah rata-rata melibatkan sekitar 22 warga sekitar. Peluang kerja pun terbuka lebar, tidak hanya untuk tukang, tapi juga untuk mandor, bahkan penyedia logistik.

Dampaknya langsung terasa di tingkat warga. Ambil contoh Saiful Anam, buruh bangunan asal Karawang. Setelah menganggur hampir tujuh bulan, ia akhirnya bisa kembali bekerja berkat proyek revitalisasi di SDN Karawang Kulon 3. Kisah Saiful ini bukan cerita tunggal.

Di sisi lain, geliat ekonomi ini merambat ke sektor lain. Qodari menyebut, program ini juga menggerakkan sekitar 58.000 pelaku UMKM di sekitar lokasi proyek. Warung makan, toko material lokal, hingga jasa angkutan ikut merasakan dampak positifnya. Kehadiran para pekerja otomatis menaikkan permintaan untuk konsumsi harian dan perlengkapan.

Qodari menegaskan, fakta-fakta ini membuktikan bahwa pendekatan swakelola punya manfaat ganda.

"Ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan Rapid secara swakelola tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya,"

Hingga pertengahan Maret lalu, progress fisiknya sudah hampir rampung. Dari target 16.167 sekolah di tahun 2025, sebanyak 16.062 unit telah selesai dibangun. Pemerintah memastikan sisanya akan segera dituntaskan.

Ke depan, program ini akan berlanjut. Tahun 2026 menargetkan revitalisasi untuk sekitar 71 ribu sekolah lagi. Jika modelnya tetap sama, kontribusinya terhadap perputaran ekonomi daerah diproyeksikan akan jauh lebih besar lagi. Bukan cuma sekolah yang dibenahi, tapi juga kehidupan warga di sekitarnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar