Kompetisi sepak bola kasta kedua Indonesia, Championship Liga 2 musim 2025-2026, resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingannya. Garudayaksa FC berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan PSS Sleman melalui adu penalti di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026). Meskipun harus puas sebagai runner-up, PSS Sleman tetap membawa pulang kebanggaan setelah salah satu penggawa asingnya, Gustavo Tocantins, dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.
Laga final yang berlangsung ketat tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang kompetisi yang juga menetapkan tiga tim promosi ke kasta tertinggi, Liga 1. Selain Garudayaksa yang otomatis promosi sebagai juara, PSS Sleman yang kalah di partai puncak tetap berhak naik kasta. Sementara itu, Adhyaksa FC Banten berhasil mengamankan tiket promosi setelah mengalahkan Persipura Jayapura di fase play-off.
“Garudayaksa menunjukkan mental juara yang luar biasa di laga final, dan kami bangga bisa membawa pulang trofi ini,” ujar Widodo Cahyono Putro, pelatih Garudayaksa FC, usai pertandingan.
Setelah laga final, operator kompetisi I.League memberikan penghargaan kepada pemain dan tim yang tampil menonjol sepanjang musim. Penyerang asal Brasil milik PSS Sleman, Gustavo Tocantins, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik musim ini berkat kontribusi impresifnya yang mencatatkan 24 gol dan 10 assist. Ia dikenal tidak hanya sebagai motor serangan utama, tetapi juga sebagai pemimpin vokal dengan mentalitas pantang menyerah serta fleksibilitas taktik yang menghidupkan dinamika serangan timnya.
“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim dan memberikan yang terbaik untuk PSS Sleman,” kata Gustavo Tocantins saat ditemui usai pertandingan final.
Di sisi lain, penghargaan Pemain Muda Terbaik diberikan kepada penjaga gawang muda FC Bekasi City, Ikram Al Giffari. Kiper tersebut menunjukkan kematangan emosional dengan catatan penyelamatan mencapai 85 persen dari 98 tendangan tepat sasaran sepanjang musim. Ia juga berhasil mencatatkan tujuh clean sheet dari 20 laga, yang membantu FC Bekasi City menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di Grup A.
Lebih lanjut, pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, terpilih sebagai Pelatih Terbaik. Keberhasilannya membawa tim yang awalnya tidak difavoritkan tampil konsisten dan meraih promosi ke Liga 1 menjadi alasan utama penghargaan tersebut. “Kami fokus pada kerja keras dan strategi yang matang, hasilnya adalah tiket promosi yang kami raih,” pungkas Ade Suhendra.
Adhyaksa FC juga diperkuat oleh Adilson Silva, bomber asal Portugal yang menjadi Top Skor kompetisi dengan 26 gol dari 27 pertandingan, termasuk gol kemenangan krusial di babak play-off. Penghargaan terakhir diberikan kepada Persipura Jayapura sebagai tim fair play terbaik. Tim berjuluk Mutiara Hitam ini mendapatkan apresiasi karena menjunjung tinggi sportivitas dengan hanya menerima 50 kartu kuning dan tiga kartu merah sepanjang kompetisi.
Artikel Terkait
Marc Marquez Dipastikan Absen di Dua Seri MotoGP Akibat Retak Tulang Kaki Kanan
Ketegangan Internal Real Madrid Memuncak Jelang El Clasico, Courtois dan Mbappe Terlibat Insiden di Latihan
Manchester City Pesta Gol, Manchester United Tertahan di Markas Sunderland
Timnas Indonesia Kalah 0-2 dari Qatar, Laga Lawan Jepang Jadi Penentu ke Perempat Final Piala Asia U-17