Puradelta Lestari Targetkan Prapenjualan Rp2,08 Triliun di Tengah Transformasi Kota Deltamas

- Minggu, 10 Mei 2026 | 05:15 WIB
Puradelta Lestari Targetkan Prapenjualan Rp2,08 Triliun di Tengah Transformasi Kota Deltamas

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membidik angka prapenjualan sebesar Rp2,08 triliun sepanjang tahun ini, sejalan dengan pendapatan perseroan yang mencapai Rp1,3 triliun pada 2025. Target tersebut ditetapkan di tengah pengembangan kawasan yang semakin terintegrasi, mencakup sektor industri, komersial, dan residensial, serta didorong oleh meningkatnya minat investor dan konsumen terhadap konsep kota mandiri.

Ke depan, Kota Deltamas akan terus memperkuat posisinya sebagai pusat aktivitas bisnis dan hunian modern di koridor timur Jakarta. Pengembangan infrastruktur, fasilitas, serta ekosistem yang berkelanjutan menjadi fokus utama kawasan hasil kerja sama antara Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation Jepang ini.

“Selama lebih dari 30 tahun, investasi konsisten pada infrastruktur, fasilitas publik, dan ekosistem bisnis telah mengubah wajah Kota Deltamas secara fundamental. Kawasan yang dulu dikenal semata sebagai lokasi pabrik otomotif kini telah menjadi destinasi gaya hidup urban premium,” ujar Presiden Direktur Puradelta Lestari, Hongky J. Nantung, dalam keterangan resmi, Jumat (8/9/2026).

Menurut dia, nilai investasi properti di Kota Deltamas terus meningkat seiring bertambahnya populasi penghuni, konektivitas infrastruktur, dan hadirnya fasilitas komersial skala besar. Beberapa di antaranya adalah AEON Mall, Greenland Square, dan Diamante Premium Business Gallery.

Kota Deltamas juga menghadirkan ragam pilihan hunian berkualitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen masyarakat, dari generasi milenial, keluarga muda, hingga ekspatriat yang membutuhkan standar hunian internasional. Pilihan harga pun bervariasi, mulai dari kisaran Rp1,2 miliar hingga Rp2,9 miliar.

“Ke depan, Kota Deltamas akan terus dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta para investor, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kota mandiri unggulan di Indonesia,” tuturnya.

Di antara produk hunian yang ditawarkan, De Silva Residence & De Silva Hybrid mengusung konsep modern kontemporer dan hybrid-living di atas lahan 1,2 hektare, dengan tingkat penyerapan mencapai 85 persen pada fase perdana. Sementara itu, klaster Woodchester menawarkan hunian dua lantai bagi keluarga dengan kebutuhan ruang lebih luas.

Klaster Savasa, hasil kolaborasi dengan Panasonic Homes Jepang, mengedepankan konsep hunian cerdas berbasis empat pilar, yakni smart township, smart security, smart homes, dan smart community. Tingginya minat pasar terhadap produk hunian ini menegaskan transformasi Kota Deltamas dari sekadar kawasan industri menjadi kota mandiri yang semakin diminati sebagai tempat tinggal.

Dari sisi fasilitas, Kota Deltamas didukung ekosistem yang komprehensif. Tersedia pendidikan bertaraf internasional seperti Cikarang Japanese School, Korean Education Complex, ITSB, Sekolah Pangudi Luhur, hingga SMK Ananda Mitra Industri. Fasilitas kesehatan mencakup RS Mitra Keluarga, Eka Hospital yang masih dalam tahap pembangunan, serta klinik 24 jam. Sarana olahraga dan rekreasi seperti Deltamas Sport Center, J-Golf, dan jogging track juga tersedia.

Dalam hal akses, Kota Deltamas memiliki akses langsung ke Tol Jakarta-Cikampek di KM 37, serta akses ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan di KM 31 yang direncanakan beroperasi tahun ini. Akses tol di KM 42 juga masih dalam tahap pembangunan. Kawasan ini juga terkoneksi langsung dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) Karawang melalui Jembatan Cibeet.

Kota Deltamas dilengkapi infrastruktur hijau dan digital, termasuk pengelolaan air bersih dan limbah cair, pemanfaatan air daur ulang, jaringan serat optik, penggunaan energi terbarukan, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), serta inovasi aspal berbahan plastik sebagai komitmen keberlanjutan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar