Selebgram Makassar Diperiksa 6 Jam, Akui Lumpuh Sementara Usai Konsumsi Gas Tertawa

- Minggu, 07 Juni 2026 | 07:35 WIB
Selebgram Makassar Diperiksa 6 Jam, Akui Lumpuh Sementara Usai Konsumsi Gas Tertawa

Seorang selebgram asal Makassar berinisial ZNM menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terkait penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai gas tertawa merek Whip Pink. Dalam proses pemeriksaan yang berlangsung selama enam jam itu, ZNM mengungkapkan dampak kesehatan yang dialaminya setelah mengonsumsi zat tersebut.

“Saya datang ke Bareskrim Polri untuk menjadi saksi atas penyalahgunaan whip pink yang kami lakukan pada 2025,” kata ZNM usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026). Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar, teman-teman, serta pihak lain yang dirugikan atas perbuatannya.

Kasus ini bermula dari unggahan viral di media sosial yang memperlihatkan ZNM bersama rekannya berinisial APG menggunakan gas Whip Pink. Video tersebut beredar luas di akun Instagram Makassar Inpo dan menjadi perhatian publik hingga aparat penegak hukum turun tangan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan, ZNM mengaku pertama kali menggunakan Whip Pink saat berlibur di Bali bersama teman-temannya. Setelah itu, ia mulai membeli gas tersebut secara mandiri di Jakarta dan Makassar. “Motif pembelian karena diberitahu teman dan merasa penasaran,” jelas Eko dalam keterangannya.

ZNM juga menceritakan efek yang dirasakan setelah menggunakan gas tersebut. Ia mengaku mengalami sensasi melayang atau fly, namun di sisi lain merasakan sakit kepala yang cukup berat. Lebih mengkhawatirkan lagi, salah satu teman yang ikut menggunakan Whip Pink mengalami kelumpuhan sementara atau temporary paralysis. “Efek setelah penggunaan merasa sakit kepala dan fly. Bahkan, satu orang teman yang sama-sama menggunakan juga ada yang mengalami lumpuh sementara,” pungkas Eko.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap ZNM melibatkan 30 pertanyaan yang berfokus pada kronologi penggunaan, sumber perolehan, serta dampak kesehatan yang ditimbulkan. Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap jaringan distribusi gas Whip Pink di masyarakat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar