Israel Kembali Serang Gaza, 1.207 Orang Tewas Sejak Gencatan Senjata

- Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB
Israel Kembali Serang Gaza, 1.207 Orang Tewas Sejak Gencatan Senjata

Pasukan Israel kembali melancarkan serangan di Jalur Gaza pada Rabu, melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati. Pemboman, tembakan artileri, dan penghancuran infrastruktur dilaporkan menyasar sejumlah wilayah di bagian timur dan selatan Gaza.

Seorang warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel di kawasan Tel al-Dahab, Beit Lahia, di utara Gaza. Di wilayah yang sama, militer Israel melakukan operasi penghancuran berskala besar di sekitar Sekolah Abu Tamam, sebelah timur Beit Lahia. Mereka juga menembakkan suar ke area tersebut, sementara kendaraan militer melepaskan tembakan secara intensif ke arah timur Jabalia.

Serangan juga terjadi di lingkungan Al-Tuffah, timur Kota Gaza. Artileri Israel menembaki kawasan itu, disertai rentetan tembakan tank yang terus berlangsung. Di selatan Gaza, kapal perang Israel melepaskan tembakan ke arah perairan Khan Younis. Wilayah pinggiran Rafah kembali menjadi sasaran tembakan kendaraan militer Israel yang disertai operasi perataan tanah dalam skala besar.

Menurut laporan, pasukan Israel terus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata melalui serangan udara dan artileri yang menyasar berbagai wilayah, termasuk kawasan pengungsian warga. Operasi penghancuran dan perusakan terus dilakukan di wilayah yang disebut sebagai "garis kuning", bersamaan dengan tetap diberlakukannya pembatasan terhadap distribusi barang, bantuan kemanusiaan, dan pergerakan penduduk.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober telah mencapai 1.207 orang. Selain itu, 3.914 orang mengalami luka-luka, sementara 803 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan. Secara keseluruhan, sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai sekitar 73.333 orang, sedangkan jumlah korban luka meningkat menjadi 174.023 orang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags