Kerumunan di Stasiun Manggarai memang sudah jadi pemandangan biasa. Tapi Selasa (7/4) lalu, ada kejadian yang bikin sejumlah penumpang geleng-geleng kepala. Seorang penumpang wanita nekat memaksa masuk ke gerbong KRL yang sudah sesak tak karuan. Bukan cuma sesak, barang bawaan penumpang lain sampai terjepit di pintu kereta yang hampir tertutup.
Di tengah situasi tegang itu, Riyanto Deni Susilo, petugas keamanan dalam (PKD) dari KCI, berusaha mencegahnya. Aksi si wanita ternyata cukup agresif. Ia bahkan sampai menarik topi petugas yang berusaha menahannya. Meski begitu, Riyanto memilih untuk tetap tenang dan bersikap profesional.
Rekaman kejadian itu pun ramai beredar di media sosial. Banyak yang memuji kesigapan sang petugas.
Menanggapi hal itu, manajemen KAI Services pun memberikan apresiasi. Piagam penghargaan secara resmi diserahkan oleh Direktur Utama Krisna Arianto, didampingi Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi Benny Rustant, di Kantor Pusat mereka pada Selasa (14/4).
"Dedikasi dan integritas yang ditunjukkan oleh Saudara Riyanto Deni Susilo menjadi contoh nyata bagi seluruh insan KAI Services dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,"
ujar Krisna pada Rabu (15/4).
Menurutnya, aksi Riyanto itu benar-benar mencerminkan profesionalisme yang dijunjung perusahaan, terutama dalam menjaga ketertiban dan keamanan layanan.
Di sisi lain, Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menekankan soal keselamatan. Ia menjelaskan bahwa insiden semacam itu bukan cuma mengganggu operasional, tapi juga punya risiko besar.
"Kondisi ini tidak hanya berpotensi mengganggu operasional perjalanan, tetapi juga membahayakan keselamatan penumpang itu sendiri maupun pengguna lainnya,"
kata Nyoman pada Kamis (9/4).
Ia menegaskan, keselamatan adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar. Itulah prioritas utama, baik di perjalanan maupun di stasiun.
Nyoman berharap, pemberian penghargaan ini bisa memotivasi petugas lain di lapangan.
"Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh petugas untuk terus bekerja secara profesional, sigap, dan berintegritas dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang KRL,"
tuturnya.
Jadi, meski terlihat sepele, aksi nekat seorang penumpang bisa berakibat fatal. Kejadian di gerbong 1 KRL yang hendak berangkat dari Manggarai itu jadi pengingat bagi semua: keselamatan harus diutamakan. Dan, tentu saja, kerja keras seorang petugas yang menjalankan tugasnya dengan baik patut dapat penghargaan.
Artikel Terkait
Ledakan Pabrik Hanwha Aerospace di Daejeon Tewaskan Lima Orang
PDIP Putar Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme di Setiap Agenda Partai, Hasto: Ini Pelurusan Sejarah
Polisi Bekuk Pasutri Pemilik Wedding Order Penipu, Korban 58 Pasangan dengan Kerugian Rp2,6 Miliar
Menteri Pertahanan Pimpin Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu, Kenang Sosok Prajurit Sejati Tanpa Balas Jasa