Workshop Green Policing yang diadakan oleh Polda Riau berhasil mencuri perhatian positif dari para pelajar Sekolah Menengah Atas se-provinsi. Alvaro Radzaki Janersa, Ketua OSIS SMAN 9 Pekanbaru, menyampaikan bahwa konsep Green Policing memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar penegakan hukum biasa.
Menurut Alvaro, Green Policing merupakan sebuah misi luhur yang bertujuan menciptakan harmoni antara manusia dengan lingkungan alam. "Ini adalah perspektif baru yang menempatkan polisi sebagai penjaga keseimbangan ekosistem, bukan hanya penegak aturan," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Sebagai perwakilan pelajar Riau, Alvaro menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif Kapolda Riau. Ia menekankan bahwa Riau sebagai provinsi dengan kekayaan alam yang melimpah membutuhkan pendekatan khusus dalam pelestarian lingkungan.
"Warisan alam Riau yang dahulu dipenuhi hutan hijau dan langit biru perlu kita jaga bersama untuk generasi mendatang," tambah Alvaro dengan penuh semangat.
Dalam paparannya, Alvaro menyoroti ancaman serius dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta deforestasi yang mengganggu kestabilan ekosistem. Menurutnya, masalah lingkungan ini memerlukan perhatian khusus dari semua pihak, termasuk kalangan pelajar.
Selama tiga hari mengikuti workshop, Alvaro mengaku mendapatkan wawasan berharga tentang konservasi alam. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menyimpan ilmu tersebut, tetapi menerapkannya langsung di lingkungan sekolah masing-masing.
"Mari kita transformasikan pengetahuan dari workshop ini menjadi aksi nyata di sekolah-sekolah kita," serunya kepada ratusan pelajar yang hadir.
Alvaro juga membagikan filosofi inspiratif tentang pohon pisang sebagai simbol pengabdian terhadap lingkungan. "Seperti pohon pisang yang memberikan segala manfaatnya sebelum akhir hayat, kita pun harus bisa memberikan kontribusi terbaik untuk kelestarian alam," jelasnya dengan penuh keyakinan.
Workshop Green Policing ini diharapkan menjadi program berkelanjutan yang menciptakan agen-agen perubahan lingkungan di kalangan generasi muda. Alvaro menegaskan bahwa kesadaran kolektif dan aksi nyata merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Riau.
Artikel Terkait
Komisi Informasi Perintahkan BKN Buka Hasil TWK 57 Eks-Pegawai KPK
Kakorlantas Resmikan Gedung RTMC Jambi, Tekankan Pelayanan dan Persiapan Operasi Ketupat
Polandia Tangkap Warga Belarus Diduga Mata-Mata untuk Tiga Negara
Tottenham Tersungkur 1-4 dari Arsenal, Pelatih Akui Jarak Kualitas Kedua Tim