Abdul Hayyu
Surabaya – Acara itu digelar di salah satu hotel ternama di Surabaya, Selasa (14/4/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang RKPD Provinsi Jatim untuk tahun 2027. Forum ini dihadiri banyak tokoh penting, mulai dari Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, Wagub Jatim, hingga para bupati dan wali kota se-Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, forum ini bukan sekadar ritual tahunan belaka. Menurutnya, ini adalah momentum krusial untuk mengarahkan pembangunan Jawa Timur agar lebih tepat sasaran.
“Musrenbang ini harus jadi penentu arah. Hasilnya harus presisi, inklusif, dan benar-benar terasa dampaknya oleh masyarakat,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, pembangunan daerah tak boleh lepas dari skema nasional. Namun di sisi lain, kebijakan yang dibuat juga wajib menjawab persoalan riil yang ada di lapangan. Untuk mewujudkan Jatim Sejahtera, fokusnya diletakkan pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan. Nah, kunci utamanya ada pada kolaborasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
“Sinergi pentahelix ini penting banget. Bukan cuma buat perencanaan yang berbasis data, tapi juga mendorong inovasi dan transparansi,” tegasnya.
Soal data, Khofifah menyoroti validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemutakhiran data harus terus digenjot agar bantuan dan program pemerintah tidak meleset sasaran.
Di sektor kesehatan, ada kabar yang cukup menggembirakan. Kepesertaan JKN di Jatim per awal April 2026 sudah nyaris menyentuh angka 98 persen. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bahkan mencatatkan Jatim di peringkat kedua secara nasional. Partisipasi perempuan terlihat lebih dominan. Sementara untuk menguatkan layanan di level desa, Pemprov Jatim pada tahun sebelumnya mendukung pembiayaan untuk lebih dari seribu perawat di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).
Namun begitu, tantangan besar masih menganga di sektor ekonomi, yakni kesenjangan antarwilayah. Kontribusi ekonomi wilayah utara masih jauh di atas selatan dan Madura. Untuk menjawab masalah ini, pembangunan Jalan Pantai Selatan (Pansela) digenjot. Hingga kini, progresnya sudah lewat 60 persen.
“Pansela diharapkan bisa jadi pemacu pertumbuhan ekonomi di selatan dan mempersempit kesenjangan itu,” jelas Khofifah.
Artikel Terkait
PSI Buka Pintu Lebar untuk Tokoh Nasional Perkuat Struktur Daerah
Dua Pengamen di Serang Ditangkap Polisi Jual Motor Curian lewat WhatsApp
Jadwal Salat Hari Ini di Bandung, Imsyak Pukul 04.23 WIB
KPK Periksa Pejabat Badilum MA Terkait Mutasi Hakim Tersangka Korupsi