Perkembangan kendaraan listrik di Sulawesi Selatan masih berjalan lambat. Bisa dibilang, antusiasme masyarakat belum benar-benar terlihat. Ada beberapa alasan mendasar yang membuat kondisi ini terjadi.
Yang paling utama, infrastruktur pendukungnya masih sangat minim. Stasiun pengisian listrik umum atau yang biasa disebut SPKLU jumlahnya terbatas dan sebarannya belum merata. Hal ini diakui oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman.
"Mungkin orang juga berpikir, kalau kita punya semua kendaraan listrik berpikirki pakai ke luar kota, habis baterai menderita kita," ujar Jufri, Selasa lalu.
Kekhawatiran macam itu wajar saja. Meski beberapa titik SPKLU sudah berdiri, terutama di fasilitas PLN, jumlahnya jelas belum memadai. Rasa was-was kehabisan daya di tengah perjalanan jauh masih menghantui calon pengguna.
Artikel Terkait
Tiga Pelaku Balap Liar di Malaka Diamankan Patroli Gabungan Polisi
Presiden Prabowo Disambut Upacara Militer dan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Macron di Paris
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen