Perkembangan kendaraan listrik di Sulawesi Selatan masih berjalan lambat. Bisa dibilang, antusiasme masyarakat belum benar-benar terlihat. Ada beberapa alasan mendasar yang membuat kondisi ini terjadi.
Yang paling utama, infrastruktur pendukungnya masih sangat minim. Stasiun pengisian listrik umum atau yang biasa disebut SPKLU jumlahnya terbatas dan sebarannya belum merata. Hal ini diakui oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman.
"Mungkin orang juga berpikir, kalau kita punya semua kendaraan listrik berpikirki pakai ke luar kota, habis baterai menderita kita," ujar Jufri, Selasa lalu.
Kekhawatiran macam itu wajar saja. Meski beberapa titik SPKLU sudah berdiri, terutama di fasilitas PLN, jumlahnya jelas belum memadai. Rasa was-was kehabisan daya di tengah perjalanan jauh masih menghantui calon pengguna.
"Penggunaan kendaraan listrik semakin masif tentu perlu ditambah infrastruktur pendukungnya seperti pengadaan (SPKLU) harus lebih banyak lagi," tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah sendiri sebenarnya diharapkan bisa jadi pelopor. Sayangnya, niat baik itu terbentur realitas anggaran. Jufri menjelaskan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan untuk mengalokasikan dana pembelian kendaraan listrik, termasuk untuk keperluan dinas.
Padahal, peralihan dari kendaraan konvensional ke listrik adalah bagian dari transisi energi yang didorong pusat. Namun, sebagian besar anggaran tahun ini sudah ditetapkan dan belum menyentuh hal itu.
"Kalaupun itu menjadi sesuatu kebijakan pusat, maka kita harus menunggu sampai perubahan anggaran berikutnya," ungkapnya.
Namun begitu, komitmen Pemprov Sulsel untuk mendukung pengembangan EV tetap ada. Upaya ke depan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, sambil terus mendorong penambahan infrastruktur yang vital. Intinya, jalan menuju adopsi kendaraan listrik yang luas masih panjang, tapi perlahan mulai dirintis.
Artikel Terkait
Iran: Pembicaraan dengan AS Masih Berlangsung, Belum Ada Titik Terang Kesepakatan
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Turbo per 1 Juni, Dua Jenis Solar Justru Turun
Aktivitas Pabrik China Stagnan di Ambang Kontraksi, Tertekan Lonjakan Biaya Energi Akibat Konflik Timur Tengah
Empat Pemain Timnas Indonesia Berpeluang Tampil di Kompetisi Eropa Musim Depan, Satu di Antaranya Tembus Liga Champions