PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EMPT), anggota dari Kalbe Group, memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha perseroan.
Kebijakan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026. Dengan demikian, seluruh laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun buku lalu akan dicatat sebagai saldo laba ditahan.
“Menyetujui untuk perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025,” demikian pernyataan manajemen Enseval, Jumat, 22 Mei 2026.
Sepanjang tahun 2025, Enseval membukukan laba bersih sebesar Rp789,19 miliar. Angka ini meningkat 6,33 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp742 miliar. Pendapatan emiten distributor alat kesehatan itu tercatat sebesar Rp36,23 triliun, tumbuh 6,47 persen secara tahunan. Meskipun karakter bisnis distributor identik dengan margin yang tipis, Enseval dinilai mampu menjaga konsistensi dalam mendorong pertumbuhan laba bersih.
Keputusan untuk tidak membagikan dividen cukup mengejutkan, mengingat dalam satu dekade terakhir perseroan tidak pernah absen membagikan dividen kepada pemegang saham. Namun, dengan model bisnis yang mapan, posisi keuangan Enseval tetap solid. Hingga akhir 2025, kas dan setara kas perseroan mencapai Rp712 miliar, sementara persediaan tercatat sebesar Rp4,53 triliun.
Di sisi lain, saldo laba perseroan pada periode yang sama mencapai Rp7,35 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 9,36 kali lipat laba tahunan, yang mencerminkan kekuatan modal perseroan tanpa harus bergantung pada utang berbunga secara signifikan.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 3,14 Persen, Saham Bank dan Konglomerasi Dorong Rebound
Bursa Asia Terpuruk, Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.744, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Emas Antam Kembali Turun, Buyback Terkoreksi Rp40.000 per Gram