Menteri Kominfo Ingatkan Masyarakat Waspada Lonjakan Penipuan Digital Jelang Lebaran

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:00 WIB
Menteri Kominfo Ingatkan Masyarakat Waspada Lonjakan Penipuan Digital Jelang Lebaran

Jakarta, Jumat malam (27/2/2026) – Suasana di rumah dinas Menteri Komunikasi dan Digital di Widya Chandra terasa tenang. Tapi percakapan yang berlangsung di dalamnya justru membahas sesuatu yang sedang ramai: ancaman penipuan digital. Menjelang Lebaran, Meutya Hafid mengingatkan kita semua untuk ekstra hati-hati.

“Setiap mendekati Lebaran, tren kejahatan siber cenderung naik,” ujar Meutya kepada sejumlah wartawan yang hadir.

Dia tak main-main. Modusnya beragam, mulai dari tipu-tipu di platform belanja online sampai yang lebih teknis seperti fake BTS. Ya, menara pemancar sinyal palsu itu bisa menipu ponsel Anda dan mencuri data penting.

Menurutnya, ini sudah jadi pola tahunan. Momen ketika orang ramai-ramai belanja dan transfer dana justru dimanfaatkan pelaku kejahatan. Maka, kewaspadaan harus ditingkatkan.

“Belanja di aplikasi atau situs yang sudah terverifikasi. Prinsipnya, selalu hati-hati karena tren penipuan pasti meningkat,” jelas Meutya.

Di sisi lain, pemerintah mengaku tak tinggal diam. Ada pemantauan dan penyisiran rutin terhadap aktivitas mencurigakan, baik di e-commerce maupun di kanal komunikasi langsung seperti SMS dan WhatsApp. Pesan singkat berisi tautan aneh atau penawaran terlalu menggiurkan adalah alarm bahaya.

“Kami melakukan penyisiran terhadap dugaan aktivitas scam, bukan hanya di e-commerce tapi juga melalui SMS dan WhatsApp,” tegasnya.

Nah, untuk masyarakat, pesannya sederhana tapi krusial: jangan gegabah. Jangan asal klik link dari nomor tak dikenal. Jangan mudah tergoda balas pesan atau menerima panggilan misterius. Pilah-pilah dulu.

“Pilah setiap pesan yang masuk, cek kembali tautannya, dan jangan langsung klik,” tutup Meutya.

Peringatan ini jelas bukan basa-basi. Di tenging euforia menyambut hari raya, ada baiknya kita semua memperlambat sedikit langkah dan memastikan keamanan transaksi digital. Lebih waspada, lebih aman.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar