Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET

- Jumat, 27 Februari 2026 | 20:00 WIB
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET

Jakarta, Kamis lalu (26/2), ruang rapat di Kantor Pusat Kementerian Pertanian dipenuhi suara diskusi. Topiknya jelas: masa depan peternak Indonesia di tengah arus perdagangan global yang kerap tak menentu. Intinya, pemerintah lewat Kementan ingin menyampaikan pesan tegas: mereka tak akan tinggal diam melihat peternak berjuang sendirian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, meski hadir via telepon, suaranya terdengar lantang. Ia menegaskan bahwa negara harus berpihak. Bagi Amran, nasib peternak rakyat adalah urusan ketahanan pangan nasional, jantung dari kemandirian protein hewani kita.

"Kita berpihak pada peternak Indonesia. Jangan biarkan peternak kita berjalan sendiri. Kami akan terus memperjuangkan dan membela peternak," tegas Amran.

Ia kemudian menambahkan, ada instrumen kebijakan yang akan dipertahankan mati-matian: Harga Eceran Tertinggi (HET). Bagi pemerintah, ini bukan sekadar angka, tapi tameng untuk menjaga stabilitas usaha dari gejolak pasar yang bisa menghantam kapan saja.

"Negara ini negara merdeka, saya mengabdi untuk rakyat, untuk peternak Indonesia. Kami akan perjuangkan, membela peternak, buktinya kami membentuk hilirisasi untuk peternak. Kita bangun hilirisasi. Nanti HET kita pertahankan," tambahnya lagi.

Di sisi lain, kondisi lapangan sejauh ini cukup menggembirakan. Menurut Agung Suganda, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, stok daging ayam dan telur masih aman terkendali. Bahkan di bulan Ramadan seperti sekarang, situasinya relatif stabil.

"Kami ucapkan terima kasih pada seluruh pelaku usaha yang telah menjaga ketersediaan," kata Agung.

"Sampai saat ini, ketersediaan aman dan harga relatif stabil. Pemantauan di lapangan terus kami lakukan untuk memastikan ini semua berjalan baik," imbuhnya.

Agung juga melihat optimisme. Menurutnya, sektor perunggasan dalam negeri sudah tumbuh kuat. Bukan cuma cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tapi bahkan punya peluang untuk menjajaki pasar ekspor. Ini kabar baik.

Dalam pertemuan itu, dukungan dari pelaku usaha pun mengalir. Mereka menilai langkah pemerintah untuk mengedepankan koordinasi seperti ini penting. Tujuannya agar kebijakan perdagangan yang diambil nantinya tidak melukai kepentingan peternak dan industri domestik.

Kementerian Pertanian sendiri berjanji akan terus mempererat kolaborasi. Baik dengan pengusaha, asosiasi, maupun pemangku kepentingan lain. Komitmennya satu: menjaga stabilitas sektor perunggasan nasional agar tetap berdiri tegak.

Pemerintah memastikan, setiap keputusan perdagangan yang diambil ke depan akan ditimbang masak-masak. Pertimbangan utamanya jelas: keberlanjutan produksi dalam negeri dan nasib peternak rakyat. Itu harga mati.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar