Di Sumatera Utara, suasana gotong royong terasa hangat di Desa Aek Nabara. Warga dan personel TNI tampak bahu-membahu membersihkan badan jembatan, merapikan area sekitarnya. Bahkan, bendera Merah Putih sudah berkibar di sekitar lokasi, sebuah simbol sederhana bahwa negara hadir di sini. Jembatan Bailey di Tapanuli Selatan itu progresnya sudah nyaris final, mencapai sekitar 90 persen. Targetnya jelas: membuka kembali akses yang sempat putus agar aktivitas warga bisa normal kembali.
Namun begitu, fokus pemerintah tidak hanya di satu titik. Upaya serupa juga digeber di seberang pulau, tepatnya di Sumatera Barat. Di sini, pembangunan lima unit jembatan armco sedang dikerjakan di beberapa kabupaten.
Alat berat masih wara-wiri, suaranya memecah kesunyian. Personel TNI turun langsung, mengerjakan hal-hal teknis yang butuh ketelitian. Ada yang meratakan tanah, ada yang memindahkan batu untuk fondasi. Kolaborasi seperti inilah yang membuat pekerjaan di medan menantang bisa berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Lokasi-lokasi jembatan armco itu tersebar. Mulai dari Jembatan Sampia Sungai Rangeh di Nagari Bayua, Jembatan Bancah di Maninjau, sampai ke Jembatan Salimpauang di Kecamatan Malalak. Tak ketinggalan, Jembatan Kampuang Jambu di Tanjung Raya, Agam, dan Jembatan Kampung 2 Mahakarya di Pasaman Barat.
Artikel Terkait
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Warga dan Petugas Bersihkan Kanal Penuh Sampah di Makassar untuk Antisipasi Banjir
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar