Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Dikawal Pesawat Tempur dan Disambut Putra Mahkota

- Rabu, 25 Februari 2026 | 01:20 WIB
Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Dikawal Pesawat Tempur dan Disambut Putra Mahkota

Pesawat Garuda Indonesia itu mendarat dengan mulus di Lanud Marka, Amman, tepat pukul 19.53 waktu setempat. Udara Selasa malam sudah gelap ketika Presiden Prabowo Subianto dan rombongan terbatasnya tiba, langsung dari London. Ini bukan lawatan biasa. Di Yordania, ia akan bertemu dengan sahabat lamanya, Raja Abdullah II.

Menariknya, begitu memasuki wilayah udara Yordania, pesawat PK-GIF yang ditumpanginya langsung dikawal oleh pesawat tempur Kerajaan. Sebuah penghormatan yang terlihat jelas dari langit.

Di darat, sambutan sudah menunggu. Putra Mahkota, Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi, sendiri yang memimpin penyambutan, didampingi sejumlah pejabat tinggi. Dubes RI untuk Yordania, Ade Padmo Sarwono, dan Atase Pertahanan Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin juga ada di sana, ikut mendampingi sang presiden.

Suasana menjadi khidmat saat pasukan kehormatan dalam seragam lengkap memberi salam. Prabowo pun membalasnya. Dengan didampingi Putra Mahkota, ia berjalan perlahan, menginspeksi barisan tentara yang berdiri tegak.

Setelah upacara singkat di bandara itu, rombongan presiden langsung meluncur ke hotel di pusat kota Amman. Perjalanan resmi pun dimulai.

Dari London, Prabowo tak sendirian. Beberapa nama penting ikut dalam rombongan, seperti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menlu Sugiono, dan Menko Bahlil Lahadalia. Mereka punya agenda padat keesokan harinya.

Namun, malam itu ada kehangatan lain yang menunggu. Rupanya, kabar kedatangan presiden sudah tersiar di kalangan diaspora dan mahasiswa Indonesia. Mereka sudah berkumpul di lobi hotel, merapikan barisan, tak sabar ingin menyapa dan berfoto bersama. Suasana lobi yang biasanya hening mendadak hidup.

Pertemuan besok dengan Raja Abdullah sebenarnya bukan yang pertama. Sebagai presiden, ini adalah kunjungan resmi keduanya ke Amman sejak April 2025 lalu. Tapi hubungan keduanya sudah lama. Bahkan saat masih menjabat menteri pertahanan dan presiden terpilih, Prabowo sudah pernah menemui sang raja. Waktu itu, Juni 2024, pembicaraan mereka banyak menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza.

Raja Abdullah sendiri sudah membalas kunjungan itu. Ia datang ke Jakarta pada November 2025. Dalam pertemuan di Istana, Prabowo sempat berujar, meminta sang raja menjadikan Indonesia sebagai rumah keduanya. Kalimat yang menunjukkan keakraban di antara mereka.

Keesokan harinya, Rabu (25/2), agenda utama pun berlangsung. Pertemuan bilateral digelar di Istana Al Husseiniya. Menurut jadwal, Prabowo dan Raja Abdullah akan membahas banyak hal. Tak hanya bicara empat mata, mereka juga akan menyaksikan penandatanganan beberapa kerja sama antara Indonesia dan Yordania. Kerja sama itu mencakup sektor-sektor yang cukup strategis.

Agenda di Amman memang padat, tapi singkat. Rencananya, Rabu sore itu juga, Presiden Prabowo akan segera meninggalkan Yordania, mengakhiri lawatan diplomatiknya yang berintensitas tinggi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar