Saham PP Properti (PPRO) melonjak tajam di bursa pagi ini. Sentuh ARA! Saham perusahaan properti BUMN itu langsung naik 10 persen ke level Rp23 begitu perdagangan dibuka kembali.
Transaksi pun ramai, mencapai Rp436 juta dengan volume hampir 189 ribu lot. Gerak cepat ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mencabut suspensi atas saham PPRO. Jadi, setelah sekian lama, investor bisa kembali jual-beli saham emiten ini.
Lalu, apa yang mendasari keputusan BEI? Ternyata, perusahaan sudah menyelesaikan kewajiban pembayaran bunganya. Mereka membayar bunga kepada pemegang obligasi dan medium term notes tepat waktu, pada 17 Februari lalu. Pembayaran ini tak lepas dari Putusan Homologasi pengadilan antara PPRO dan para krediturnya.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Lidia M. Panjaitan, mengingatkan semua pihak untuk selalu memantau keterbukaan informasi dari perseroan.
"Bursa meminta kepada seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,"
Di sisi lain, pencabutan suspensi ini juga dipicu permintaan langsung dari manajemen PPRO. Mereka mengirim surat kepada BEI sehari setelah kewajiban pembayaran bunga itu tuntas. Alhasil, BEI pun setuju dan saham PPRO bisa ditransaksikan kembali dengan skema lelang penuh atau full-call auction.
Namun begitu, perdagangannya tak seperti saham kebanyakan. Karena statusnya masih dalam papan pemantauan khusus sejak November 2022 silam PPRO hanya bisa diperdagangkan pada jam-jam tertentu saja. Saham ini tetap perlu diawasi, meski sudah bisa kembali ke papan pencatatan.
PPRO sendiri merupakan anak usaha dari PT PP (Persero) Tbk (PTPP). Kembalinya saham ini ke pasar tentu jadi perhatian, terutama bagi investor yang sudah menunggu lama.
Artikel Terkait
Kemenkeu Juarai Turnamen Catur Antar-Emiten dan Kementerian di BEI
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Fiskal Domestik dan Ketidakpastian Moneter Global
KWT Mawar 8 di Tangerang Jaga Kualitas Sayur Hidroponik, Utamakan Mutu Dibanding Volume Panen