Pemuda di Batam Lukai Tangan Sendiri Lalu Pura-pura Jadi Korban Pembegalan karena Putus Cinta

- Minggu, 31 Mei 2026 | 00:45 WIB
Pemuda di Batam Lukai Tangan Sendiri Lalu Pura-pura Jadi Korban Pembegalan karena Putus Cinta

Seorang pemuda berinisial F, 23 tahun, nekat melukai tangannya sendiri menggunakan pisau lalu mengarang cerita menjadi korban pembegalan di kawasan Sagulung, Batam, Kepulauan Riau. Aksi tersebut dilakukan karena ia tidak terima diputuskan oleh pacarnya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, membantah keras informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan pembegalan dan penganiayaan tersebut. “Informasi dugaan pembegalan dan penganiayaan yang beredar di masyarakat tidak benar,” katanya.

Peristiwa itu bermula pada 18 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, F terlibat pertengkaran hebat dengan pacarnya yang berinisial L hingga hubungan mereka berakhir. Dalam kondisi emosi, F kemudian membeli pisau dan melukai dirinya sendiri.

Kepada ibunya, ia mengaku baru saja menjadi korban pembegalan. Tidak hanya itu, F juga mengunggah foto luka di tangannya ke media sosial dengan narasi seolah-olah ia adalah korban tindak kejahatan jalanan.

“Unggahan itu kemudian menyebar luas setelah dibagikan oleh salah seorang rekannya ke berbagai grup media sosial dan komunitas daring di Kota Batam,” ujar Kompol Debby.

Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Namun, setelah pendalaman dilakukan, F akhirnya mengakui bahwa luka yang dialaminya adalah akibat perbuatannya sendiri.

“Pada 26 Mei 2026 yang bersangkutan mengakui bahwa tidak pernah terjadi pembegalan maupun penganiayaan. Luka tersebut dibuat sendiri,” tuturnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar