Mantan Kepala Kontraterorisme AS, Joe Kent, menilai bahwa kegagalan militer Amerika Serikat dalam mengalahkan kelompok Houthi di Yaman disebabkan oleh dua faktor utama. Dalam cuitannya di X, ia menyebutkan bahwa faktor pertama bersifat permanen dan menjadi alasan mengapa tidak ada pihak yang berhasil menaklukkan Houthi, sementara faktor kedua kini semakin memburuk akibat lemahnya strategi AS terhadap Iran.
Faktor pertama adalah kondisi geografis dan medan tempur di Yaman barat laut. Wilayah itu sangat berbukit, dengan puncak dan lembah yang sejajar dengan Selat Bab Al-Mandeb dan Laut Merah jalur pelayaran yang krusial namun sempit. Menurut Kent, kombinasi medan ini memberi keunggulan taktis bagi Houthi. Dengan memposisikan diri di dataran tinggi, mereka dapat dengan mudah menembak ke arah Laut Merah serta memantau dan mempertahankan ruang udara. Di lembah-lembah, mereka menyebarkan rudal, drone, dan peralatan militer lainnya, menyembunyikannya di gua dan sistem terowongan yang tahan terhadap bom AS.
Faktor kedua adalah kesediaan Houthi untuk bernegosiasi. Kent mengingatkan bahwa kampanye militer AS pada 2025 berakhir dengan kesepakatan di mana Houthi bersedia membuka kembali Selat Bab Al-Mandeb bagi pengiriman AS hanya setelah serangan dihentikan. Kelompok itu terbukti tahan banting di bawah bombardir AS dan Israel, padahal saat itu mereka menjadi satu-satunya target Amerika. Kini, Houthi menyadari bahwa AS tengah tersebar tipis dan akan memanfaatkan situasi itu sebagai tuas. Mereka juga memiliki krisis energi yang menguntungkan dan dapat digunakan untuk melipatgandakan tekanan melalui Bab Al-Mandeb.
Kent juga menekankan bahwa, seperti Iran dan seluruh "Poros Perlawanan", Houthi terdorong oleh pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran karena makna religius dan budayanya. Dorongan ini membuat kesepakatan pragmatis seperti yang dicapai pada 2025 semakin sulit terwujud. Ia mengusulkan agar AS menarik pasukan, mundur, dan menggunakan diplomasi ekonomi untuk membuka kembali Selat Hormuz dan Bab Al-Mandeb.
Artikel Terkait
AS Kembali Gempur Iran, Houthi Serang Tanker Saudi di Laut Merah
Menlu AS Sebut Houthi Diperdaya Iran untuk Serang Kapal Saudi di Laut Merah
Houthi Klaim Serang Dua Kapal Tanker Saudi di Laut Merah, Satu Dilaporkan Terbakar
Houthi Klaim Serang Dua Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah, Blokade Maritim Memanas