Kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, menuduh kedua kapal tersebut melanggar blokade laut yang mereka berlakukan. Otoritas Saudi mengakui salah satu kapal tankernya mengalami kebakaran usai diserang saat berlayar di perairan tersebut.
Dalam pernyataannya, Houthi yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran itu mengatakan pasukannya menargetkan kapal tanker ENCELIA dan LAYLA dengan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Serangan ini disebut sebagai respons terhadap pelanggaran blokade laut yang diumumkan Houthi pada Senin lalu. Blokade itu memperingatkan kapal-kapal untuk tidak memasuki atau membongkar muatan di pelabuhan-pelabuhan Saudi, atau mereka akan menjadi sasaran serangan.
Langkah Houthi membuka potensi front baru di tengah konflik Amerika Serikat dengan Iran, sekaligus meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi global dan perdagangan di luar kawasan Teluk. Saudi bereaksi keras terhadap blokade tersebut, dengan koalisi militer pimpinan Saudi untuk operasi di Yaman menegaskan akan merespons secara tegas setiap ancaman Houthi.
Artikel Terkait
Saudi Eksekusi Mati Pengedar Narkoba Residivis di Riyadh
Yaman Tutup Pelabuhan Mokha Usai Dihantam 25 Rudal Houthi
Kapal Berisi 3 WNI Diserang Drone di Yaman, Satu Dikabarkan Meninggal
Pakistan Kecam Serangan Houthi yang Tewaskan Tiga Warga Negaranya di Laut Merah