Mensos Gus Ipul: Pendidikan Kunci Putus Rantai Kemiskinan Menuju Indonesia Emas 2045

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:55 WIB
Mensos Gus Ipul: Pendidikan Kunci Putus Rantai Kemiskinan Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-114 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur, hari ini. Orasi bertajuk “Membangun Peradaban Kesejahteraan: Ilmu, Keadilan Sosial, dan Generasi Indonesia Emas 2045” itu mengupas kemiskinan sebagai persoalan multidimensional yang kerap diwariskan antargenerasi sebuah fenomena yang dalam istilah akademik disebut inequality of opportunity atau ketimpangan kesempatan.

“Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian orang. Harus bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).

Di hadapan 637 wisudawan dan wisudawati, Gus Ipul menekankan bahwa Indonesia saat ini berada pada titik penting sejarah menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Namun, momen strategis itu tidak akan tercapai jika ketimpangan masih terjadi, terutama di sektor pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggagas program Sekolah Rakyat pendidikan gratis berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Salah satu program Bapak Presiden Prabowo, di antaranya adalah memperluas akses pendidikan, mulai dari kelompok yang paling bawah, termasuk tentu sampai pada mereka-mereka yang berprestasi, diberi jalur khusus,” ujarnya.

Gus Ipul pun berharap para wisudawan tidak hanya meraih kesuksesan pribadi, tetapi juga mampu menjadi pemecah masalah (problem solver), jembatan antara negara dan masyarakat, serta agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sosialnya. “Jika kemiskinan adalah rantai, maka pendidikan adalah kunci, dan hari ini saudara-saudara telah memegang kunci tersebut. Indonesia Emas 2045 tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat hari ini, tetapi oleh siapa yang kita siapkan untuk hari esok,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wisudawan Muhammad Maulana Hamilurrosyad menyampaikan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga bukanlah halangan untuk menggapai mimpi. Menurutnya, manusia harus memiliki keberanian untuk terus belajar dan tidak pernah menyerah. “Dan kita semua di sini sebagai wisudawan adalah bukti bahwa perjuangan, doa, dan cinta orang tua tidak pernah mengkhianati hasil,” tutup Maulana.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Ketua Senat UINSA Prof. Moh. Ali Azis, Rektor UINSA Prof. Akhmad Muzakki, para wakil rektor, serta pejabat terkait lainnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar