Ancaman Bom di SMA Jatinegara Dinyatakan Hoax Setelah Pengecekan Gegana

- Selasa, 24 Februari 2026 | 19:15 WIB
Ancaman Bom di SMA Jatinegara Dinyatakan Hoax Setelah Pengecekan Gegana

Suasana pagi di sebuah SMA di Jatinegara, Jakarta Timur, tiba-tiba berubah tegang. Sekolah itu mendapat ancaman bom, yang langsung memicu respons cepat dari aparat. Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak, dan setelah penyisiran mendalam, mereka memastikan tak ada satu pun bom di lokasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, tim Gegana sudah turun tangan dan hasilnya nihil. Tak ditemukan alat peledak apa pun.

“Benar, sudah ditangani oleh Gegana. Hasilnya nihil bom,”

kata Budi Hermanto, Selasa (24/2/2026), menegaskan.

Ia menjelaskan, kehadiran Brimob di lokasi adalah bentuk respons cepat polisi terhadap informasi dari masyarakat. Budi, lulusan Akpol 2000, juga mengimbau warga untuk melaporkan gangguan lewat call center 110.

“Apabila membutuhkan bantuan darurat masyarakat bisa menghubungi segera ke call center 110, operator kami siaga 24 jam penuh,”

imbuhnya lagi.

Di sisi lain, Budi Hermanto punya pesan keras: jangan coba-coba menebar ancaman yang bikin panik. Pihaknya akan menindak tegas pelakunya.

Dari Media Sosial ke Tindakan Nyata

Ceritanya berawal dari akun Instagram. Seorang staf sekolah mendapat ancaman lewat sana, yang kemudian dilaporkan ke pimpinan sekolah. Sekolah pun tak menunggu lama; mereka langsung menghubungi polisi.

Tak lama setelah laporan masuk, Detasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya mengerahkan Unit Penjinak Bom (Jibom). Mereka datang dengan peralatan lengkap di pagi hari, menyisir setiap sudut. Ruang kelas, lab, koridor, sampai fasilitas umum lainnya diperiksa satu per satu. Hasilnya? Tak ada yang aneh. Semua bersih.

“Setiap informasi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Kehadiran Brimob untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,”

tegas Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, secara terpisah.

Proses sterilisasi berjalan ketat. Para petugas tidak menemukan benda mencurigakan atau material berbahaya sedikit pun. Lingkungan sekolah akhirnya dinyatakan aman. Kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan lagi tanpa kepanikan yang berarti.

Setelah semua pemeriksaan rampung, tim melakukan konsolidasi. Mereka tetap siaga, mengawasi perkembangan situasi. Ancaman itu mungkin cuma hoax, tapi responsnya serius betul. Itulah yang dilakukan aparat hari ini: memastikan keamanan bukan cuma klaim, tapi kenyataan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar