MURIANETWORK.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam menjelaskan keterlibatan Indonesia di forum Board of Peace (BoP) adalah maraknya disinformasi. Menurutnya, narasi-narasi yang menyesatkan berpotensi menciptakan persepsi keliru di masyarakat dan dapat melemahkan posisi diplomasi Indonesia di kancah global.
Disinformasi Dinilai Merusak dan Bernuansa Jahat
Dalam sebuah dialog terbuka, Meutya Hafid dengan tegas menyoroti bahaya dari penyebaran informasi palsu terkait isu Palestina dan partisipasi Indonesia. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang diduga memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu.
"Disinformasi ya (tantangan). Ada beberapa pihak yang memang saya nggak tahu ya, entah tidak mau Palestina damai, entah mau mengambil keuntungan, dan menurut saya itu jahat, mengambil keuntungan dari polemik penderitaan masyarakat Palestina gitu," ucap Meutya.
Lonjakan Narasi Palsu Menjelang Forum
Meutya menjelaskan bahwa pihaknya mampu membedakan antara kritik yang konstruktif dengan kampanye disinformasi yang sistematis. Ia mencontohkan, tepat sebelum pelaksanaan BoP, terjadi gelombang informasi menyesatkan yang masif.
"Jadi di hari pertama saja kan waktu itu, kemarin ya tepatnya sebelum BoP, itu kita melihat a surge of disinformation being spread out dalam kasus-kasus geotermal, seolah kita membiarkan perusahaan Israel gitu," jelasnya.
Ia menduga kuat bahwa penyebaran konten keliru ini tidak hanya berasal dari masyarakat umum, melainkan ada unsur kesengajaan. "Jadi memang ada yang mengambil kesempatan-kesempatan ini," tambahnya.
Artikel Terkait
Pria di Cakung Bacok Kakak Kandung Gara-gara Ditegur Usai Diduga Mengintip
Kemendiktisaintek Perkuat Career Center Kampus untuk Rebut Peluang Kerja Luar Negeri
KPK Dalami Penggunaan Rekening Nominee dalam Kasus Korupsi Bea Cukai
KPK Bekali 45 Finalis Puteri Indonesia 2026 Jadi Duta Anti-Korupsi