Ketua Peradi Jakbar: Probono Adalah Berbisnis dengan Tuhan

- Senin, 02 Maret 2026 | 00:30 WIB
Ketua Peradi Jakbar: Probono Adalah Berbisnis dengan Tuhan

JAKARTA - Bagi Suhendra Asido Hutabarat, Ketua DPC Peradi Jakarta Barat, memberikan bantuan hukum cuma-cuma atau probono bukan sekadar kewajiban. Itu adalah panggilan jiwa. Dan ia yakin, Tuhan punya cara tersendiri untuk memberkati advokat yang melakukannya dengan tulus.

"Saya percaya, orang yang mau menangani perkara probono dengan tulus dan ikhlas itu pasti diberkati," tegas Asido.

Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Pembekalan Paralegal dan Buka Puasa Bersama PBH Peradi Jakbar, di Jakarta. Bagi pria yang juga menjabat Ketua PBH DPN Peradi ini, membantu sesama lewat jalur hukum adalah sebuah passion. Menurutnya, jalan hidup akan dimudahkan bagi siapapun yang mau berbagi, tak terkecuali para advokat.

Dalam berbagai forum, Asido tak bosan mengajak rekan-rekannya untuk lebih aktif menangani perkara probono. Ia bahkan sepakat dengan pernyataan Ketua PBH Peradi Makassar, Abdul Gaffur Idris, yang menyebut probono sebagai bentuk 'berbisnis' dengan Tuhan.

"Dia sampaikan dalam closing statementnya, jika kita ingin berbisnis dengan Tuhan, lakukanlah perkara probono. Itu dalam banget," ujar Asido, mengulang perkataan Idris.

Acara tersebut juga menjadi momen untuk memperkenalkan peran paralegal di tubuh PBH Peradi Jakbar. Mereka adalah para calon advokat, termasuk lulusan PKPA, yang bertugas membantu pekerjaan advokat.

"Paralegal itu jelas adalah membantu tugas daripada advokat ya," jelas Asido.

Syarat menjadi paralegal sendiri sudah diatur dalam Peraturan Menteri Hukum Nomor 34 Tahun 2025. Intinya, tidak harus berprofesi sebagai advokat. Asido membeberkan beberapa poinnya: WNI, minimal berusia 18 tahun, punya kemampuan baca tulis, dan bukan bagian dari TNI, Polri, ASN, atau advokat aktif. Yang penting, harus lulus pelatihan dari lembaga terakreditasi.

Tugas mereka lebih ke ranah nonlitigasi. Misalnya, penyuluhan hukum, konsultasi, investigasi awal perkara, sampai mediasi dan negosiasi. Mereka juga bisa melakukan penelitian, pemberdayaan masyarakat, hingga drafting dokumen hukum.

"Jadi tidak bisa bertindak sebagai advokat, tetapi dia bisa mengonsepkan, men-drafting-kan, sosialisasi, penyuluhan hukum," katanya merinci.

Di sisi lain, acara buka puasa bersama ini punya nuansa lain: mempererat kebersamaan. Posma Ganda Parulian, Wakil Ketua PBH Peradi Jakbar, menekankan hal itu. Ia berharap silaturahmi yang harmonis antara pengurus dan calon advokat magang bisa memperlancar semua tugas mulia yang notabene bersifat probono.

"Sehingga semua tugas mulia dapat dijalankan... Jadi kami bersama, maju bersama untuk PBH Jakarta Barat," ucap Posma.

Sementara itu, Ketua Panitia acara, R. Muhammad Arif Muzzaki, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak. Acara yang digelar tak hanya berisi pembekalan teknis, tapi juga siraman rohani dari Ustaz Haetami dan Ketua Bidang Kerohanian DPC Peradi Jakbar, dengan tema "Ramadhan Menumbuhkan Nilai Kemanusiaan dan Solidaritas".

Sepertinya, nilai-nilai itulah yang ingin terus dihidupkan dalam setiap langkah mereka.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar