Pemerintah Jamin Akomodasi dan Perpanjangan Visa Jamaah Umroh Terdampak Konflik

- Minggu, 01 Maret 2026 | 23:40 WIB
Pemerintah Jamin Akomodasi dan Perpanjangan Visa Jamaah Umroh Terdampak Konflik

Eskalasi konflik di Timur Tengah memang bikin was-was, terutama buat jamaah umroh kita yang masih ada di sana. Kabar baiknya, pemerintah lagi bergerak cepat untuk urusan ini. Dahnil Anzar Simanjuntak, sang Wakil Menteri Haji dan Umrah, memastikan bahwa jamaah yang tertunda pulang karena situasi perang bakal dapat jaminan.

Lewat sebuah video pernyataan di Instagram resmi kementeriannya pada Minggu (1/3/2026), Dahnil menjelaskan langkah-langkah yang diambil. Intinya, nggak usah panik dulu.

"Kalau penerbangan menunda kepulangan, maka maskapai penerbangan sudah berkomitmen untuk menyediakan penginapan sementara," ujar Dahnil.

Tak cuma itu. Soal visa yang mau habis masa berlakunya juga sudah ada solusinya. Pemerintah Arab Saudi, kata dia, bakal menyediakan perpanjangan visa. Jadi, urusan administrasi seharusnya nggak jadi kendala besar buat mereka yang terdampar.

Di sisi lain, upaya memulangkan jamaah juga terus diprioritaskan. Dahnil menegaskan, Kemenag dan Kemlu bakal memfasilitasi dan memberi informasi yang jelas kepada jamaah yang masih berada di Tanah Suci. Koordinasi antara kedua kementerian ini digenjot terus.

"Dan memastikan maskapai, penerbangan, pihak hotel dan sebagainya untuk melindungi dan memfasilitasi semua kebutuhan jamaah di Tanah Suci," tegasnya.

Nah, buat jamaah yang masih di sana, Dahnil punya pesan khusus. Ia meminta mereka untuk aktif berkoordinasi.

"Untuk jamaah umrah yang sedang menunaikan ibadah untuk terus berkoordinasi dengan kantor urusan haji maupun dengan konjen di Jeddah maupun dengan pihak-pihak berwenang dari pemerintah Republik Indonesia yang ada di Tanah Suci," kata dia.

Lalu, bagaimana dengan rencana keberangkatan yang sudah dijadwalkan? Poin ini penting. Pemerintah secara resmi mengimbau agar jamaah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda dulu.

"Kami ingin menyampaikan, mengimbau kepada seluruh jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat itu untuk menunda keberangkatan sementara," jelas Dahnil.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Semata-mata demi antisipasi dan keselamatan. Mereka ingin memastikan situasi benar-benar kondusif dulu sebelum warga Indonesia kembali berdatangan. Semua kebijakan ini, pada intinya, bertumpu pada satu hal: keamanan dan kenyamanan warga negara menjadi yang utama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar