Menteri PPPA Apresiasi Respons Cepat Kemenpora Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing

- Senin, 02 Maret 2026 | 22:55 WIB
Menteri PPPA Apresiasi Respons Cepat Kemenpora Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Menpora Erick Thohir. Ini terkait kasus yang menimpa atlet panjat tebing Indonesia, yang diduga mengalami pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Langkah Erick dinilai sebagai respons awal yang penting.

Arifah tak menyembunyikan rasa prihatinnya. Dalam keterangan tertulisnya Senin lalu, ia menegaskan empati yang mendalam terhadap sang atlet.

"Kami apresiasi langkah cepat dan responsif dari Kemenpora," ujarnya.

"Respons awal yang sigap itu menunjukkan komitmen nyata. Untuk melindungi atlet, dan menciptakan lingkungan olahraga yang aman dan bermartabat. Lingkungan yang bebas dari kekerasan," tegas Arifah.

Di sisi lain, KemenPPPA menekankan satu hal krusial: korban harus menjadi pusat perhatian dalam seluruh proses penanganan ini. Tanpa terkecuali.

Mereka mendorong agar korban mendapat pendampingan lengkap. Mulai dari layanan psikologis, bantuan medis, hingga pendampingan hukum. "Perlindungan dari tekanan, intimidasi, ataupun stigma juga mutlak diperlukan," imbuh Arifah.

Penanganan kasus ini, menurutnya, harus profesional, transparan, dan adil. Ia mengingatkan soal Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang sudah berlaku.

"Proses hukum harus berjalan tanpa toleransi. Tapi juga harus menjamin kerahasiaan dan keselamatan korban," tambahnya.

KemenPPPA sendiri berencana berkoordinasi dengan banyak pihak. Tidak hanya dengan Kemenpora, tapi juga kementerian/lembaga lain, aparat penegak hukum, dan organisasi olahraga terkait. Tujuannya jelas: memastikan kasus ini ditangani dengan serius.

Lebih dari itu, mereka ingin mendorong penguatan sistem pencegahan. Misalnya dengan kebijakan perlindungan atlet yang lebih solid, membangun mekanisme pengaduan yang aman, dan memberikan edukasi tentang relasi kuasa di dunia olahraga.

Arifah juga punya imbauan untuk publik.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang bisa melukai korban. Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan," pungkasnya.

Negara, katanya, harus hadir. Memastikan setiap perempuan dan anak, termasuk atlet, terlindungi dan mendapat keadilan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar