Jakarta, Senin pagi (2/3/2026) – Kabar duka datang dari keluarga besar bangsa. Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, berpulang. Sosoknya pun langsung dikenang oleh banyak pihak, termasuk oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut menyampaikan kesannya langsung kepada para wartawan. Suaranya terdengar penuh respek.
"Pak Try itu orangnya baik, benar-benar panutan. Loyalitasnya luar biasa. Saya dulu belajar soal kesetiaan yang teguh dari beliau, saat beliau mendampingi Presiden. Untuk kita semua, terutama anak muda, teladanilah sikap Pak Try. Beliau adalah tauladan bangsa, selalu mengedepankan persatuan. Jangan gampang mencerca," ujar Luhut.
Rupanya, Luhut sudah sempat menyampaikan belasungkawa secara langsung. Dia bertemu dengan istri almarhum lebih dulu, menyatakan duka mendalam atas kepergian Try Sutrisno. Harapannya satu: keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Memang, menurut pengakuannya, sudah lama mereka tak berjumpa. Namun begitu, kesan yang tertancap kuat di benak Luhut adalah sosok yang selalu penuh semangat dan terlihat sehat. Bahkan, Luhut tak ragu menyebut almarhum punya jiwa pejuang yang mengagumkan.
"Dulu, kami pernah jalan kaki mendaki Gunung Halimun. Saat itu saya masih berpangkat kolonel. Beliau sempat terjatuh, tapi bangun dan terus maju. Itulah keteladanan nyata yang beliau berikan. Contoh yang sampai hari ini saya usahakan untuk ditiru," kenangnya.
Pergi seorang Try Sutrisno meninggalkan duka. Tapi lebih dari itu, ia meninggalkan jejak tentang kesetiaan, keteguhan, dan semangat menyatukan bangsa. Pelajaran yang, seperti diungkapkan Luhut, tetap relevan untuk diteladani sekarang.
Artikel Terkait
Menkeu Berjanji Beban Pedagang Tahu Tempe Segera Mereda Usai Rupiah Terperosok
Erick Thohir Apresiasi Kemenangan Bersejarah Timnas atas Oman, Ingatkan Fokus ke Laga Lawan Mozambik
Irlandia Resmi Melarang Dua Menteri Israel, Ben Gvir dan Smotrich, Masuk ke Wilayahnya
Seluruh Jemaah Haji Kloter KJT-04 Selamat Terbang ke Tanah Air Usai Pesawat Alami Kendala Teknis di Jeddah