Parepare malam itu benar-benar bergetar. Di Stadion Gelora BJ Habibie, laga pekan ke-24 Indonesia Super League 2026 antara PSM Makassar dan Persita Tangerang langsung meledak. Hanya dalam satu babak pertama, empat gol tercipta. Drama yang bikin penonton tak sempat duduk tenang.
Hingga turun minum, skor papan sama membeku di angka 2-2. Padahal, tuan rumah sempat unggul jauh.
PSM langsung menancapkan keunggulan di menit ke-9. Yuran Fernandes yang maju sebagai algojo penalti, eksekusinya sempurna. Kiper Persita tertipu, bola masuk ke sudut kanan gawang. Sorak-sorai pun pecah.
Tekanan mereka tak berhenti. Sekitar seperempat jam kemudian, tepatnya menit ke-26, Aloisio Neto menggandakan keunggulan. Upan akurat dari Sakai D. dia manfaatkan dengan baik. Skor 2-0 untuk PSM. Semua seakan berjalan mulus bagi Pasukan Ramang.
Tapi sepak bola memang tak pernah bisa ditebak. Keunggulan dua gol itu ternyata rapuh.
Persita, yang sempat tertekan, mulai bangkit. Mereka mendapat penalti di menit ke-35. Andrejic A. yang maju, tak menyia-nyiakan peluang. Gol! Skor menjadi 2-1.
Dan momentum benar-benar berbalik. Hanya tiga menit berselang, Ganet P. sukses menyamakan kedudukan. Stadion yang sebelumnya gegap gempita mendadak hening sejenak. 2-2. Babak pertama ditutup dengan tensi tinggi, yang juga terlihat dari dua kartu kuning untuk Bobojev S. dan Raehaan A.
Secara statistik, penguasaan bola sedikit dipegang Persita, 54% berbanding 46%. Namun PSM terlihat lebih tajam, dengan tujuh percobaan tembakan berbanding empat dari tamu.
Nah, dengan skor yang masih imbang, babak kedua jelas bakal lebih sengit. Kedua tim sama-sama haus poin untuk pergerakan di klasemen. PSM tentu ingin memanfaatkan dukungan fanatik pendukungnya di Parepare. Di sisi lain, Persita punya momentum dan kepercayaan diri setelah bangkit dari ketertinggalan.
Laga masih berlangsung. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Semua masih mungkin.
Artikel Terkait
INFID Kritik Garis Kemiskinan BPS dan Anggaran MBG yang Dinilai Tidak Berkelanjutan
Mantan Aktivis Kritik Dominasi Broker Politik dalam Praktik Money Politics
Profesor Hedar Soroti Tantangan Hukum Atasi Dampak Negatif Algoritma
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Klarifikasi Penggunaan Istilah Syahid