Prabowo Ingatkan Publik Waspada Pintar Ngomong di Medsos

- Senin, 12 Januari 2026 | 14:24 WIB
Prabowo Ingatkan Publik Waspada Pintar Ngomong di Medsos

Di tengah sambutannya saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Presiden Prabowo Subianto menyisipkan peringatan keras. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tak mudah terseret oleh berbagai opini yang membanjiri media sosial. Menurutnya, banyak dari opini itu justru datang dari oknum yang punya niat buruk untuk memecah belah persatuan.

Acara yang berlangsung Senin lalu itu menjadi momen baginya untuk menyampaikan pesan tersebut langsung ke publik. Prabowo tampak serius menyoroti fenomena ini.

"Jangan percaya orang yang terlalu pintar ya yang ngomong di sosmed menganalisa terjadi sesuatu perpecahan di antara lingkungannya Prabowo, ah seru," ujarnya.

Kalimat itu ia lontarkan dengan nada khas, setengah bergurau tapi penuh makna. Menurut Prabowo, kondisi yang digambarkan oleh para "pintar ngomong" itu seringkali jauh dari realita yang sebenarnya terjadi. Karena itulah, ia meminta seluruh jajarannya untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh.

Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa memang ada suara-suara sumbang yang ditujukan padanya. Namun, ia memandangnya sebagai hal yang minor.

"Ada yang mengejek saya, saya tahu, sebetulnya enggak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang, dia punya sarana, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme," jelas Prabowo.

Di akhir pesannya, ia menegaskan pentingnya percaya diri dan melihat bukti nyata. Baginya, bangsa ini sudah menorehkan banyak prestasi yang patut dibanggakan.

"Kita harus bangga dengan prestasi, kita harus bangga dengan bukti. Tidak boleh kita tidak mengerti keberhasilan kita," sambungnya tegas.

Peringatan itu sekaligus menjadi penutup sambutannya, mengingatkan semua pihak untuk lebih kritis dan menjaga soliditas di tengah gempuran informasi yang tak selalu benar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar